Masih Ada Bangunan SDN Memprihatinkan

SDN Suwaloh 1 Balen

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Kondisi infrastruktur Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum bisa dikatakan semuanya memadai. Butuh peningkatan pembangunan agar kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan maksimal dan nyaman.

Seperti yang terjadi di SDN Sekar 1, Kecamatan Sekar. Dari sembilan ruang kelas dan ruang guru, baru tiga ruangan yang sudah dibangun. Sedangkan sisanya masih berlantai tanah, dan kondisi atap yang memprihatinkan.

Tembok sekolah mulai retak-retak, dan plafonnya tidak ada. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak lima tahun terakhir. Pihak sekolah telah mengajukan rehabilitasi kepada Pemkab Bojonegoro, namun belum ada perbaikan hingga sekarang. Mungkin menunggu giliran.

“Kami sudah mengajukan, tapi belum diberikan,” kata Kepala Sekolah SDN 1 Sekar, Sriani, kepada wartawan, Selasa (20/3/2018).

Kondisi tersebut secara tidak langsung mengganggu KBM. Terlebih jika kondisi hujan turun banyak atap yang bocor. Sehingga sebelum pulang sekolah, para siswa memindahkan semua meja, dan kursi di tempat yang aman agar tidak terkena air hujan.

“Banyak ruangan kelas yang tidak bisa dipakai karena masih berlantai tanah, sehingga hanya digunakan untuk menyimpan buku-buku sekolah,” imbuhnya.

Karena keterbatasan ruang, lanjut dia, untuk menyiasati saat ujian terpaksa siswa mengerjakan di lantai. Padahal untuk ujian seharusnya satu meja satu siswa.

Baca Juga :   Konsolidasi dengan Kelompok Tani, DPC Projo Bojonegoro Sampaikan Program Pertanian Wahono-Nurul

Jumlah siswa SDN Sekar 1 sebanyak 96 anak. Setiap ruang terdiri dari 20 sampai 25 siswa.

“Kalau ada program peningkatan infrastruktur sekolah, kami sangat setuju, demi kualitas belajar mengajar disini,” tegasnya.

Fasilitas infrastruktur yang harus diprioritaskan adalah ruang kelas, agar lebih nyaman.

“Harapan kami kedepan sekolah kami bisa segera diperbaiki,” pungkasnya.

Serupa juga terjadi di SDN Suwaloh 1, Kecamatan Balen. Di lembaga pendidikan ini ada dua ruang yang kondisinya memprihatinkan, yakni ruang kelas III dan ruang guru.

Di ruang kelas III kondisi atapnya  tidak berplafon dan hampir roboh. Untuk menyiasatinya para guru menggunakan kayu besar sebagai penyangga.

Selama ini, murid kelas III, guru maupun wali murid  selalu khawatir jika sewaktu-waktu atap gedung roboh. Apalagi sekarang ini memasuki musim penghujan yang sering disertai angin kencang.

“Setiap hari, murid dan guru selalu was-was. Ini mengganggu konsentrasi belajar juga sebenarnya,” kata Kepala SDN Suwaloh 1, Sudiro, dikonfirmasi terpisah.

Dia mengaku belum ada bantuan perbaikan dari Pemkab setempat dikarenakan efisiensi anggaran. Mau tidak mau harus bersabar untuk menunggu giliran perbaikan.

“Tahun ini kita sudah mengajukan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Sudiro mendukung jika ada program peningkatan infrastruktur bagi sekolah. Perbaikan ruang kelas dan guru ini harus segera mendapat prioritas, agar KBM berjalan nyaman dan lancar.

Baca Juga :   Ajak Bacabup Bojonegoro Bahas Pembangunan Desa

“Harapan kami bupati baru nanti memprioritaskan sekolah-sekolah yang rusak seperti ini,” pungkasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Cipta Karya Bojonegoro, Welly Fitrama, menyatakan, segera merehabilitasi bangunan SD yang mengalami kerusakan baik ringan, sedang, dan berat secara bertahap. Tahun ini ada 53 SD yang tersebar di sejumlah kecamatan akan diperbaiki, jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp30 miliar.

“Selain rehap tahun ini kita juga akan membangun gedung baru,” kata Welly Fitrama.

Menanggapi hal itu, salah satu Calon Bupati (Cabup) Bojonegoro, Soehadi Moeljo, menegaskan, pendidikan merupakan bagian penting dalam perubahan untuk kemajuan daerah. Karena itu, dirinya bersama Cawabup, Mitroatin, telah menyiapkan program peningkatan mutu layanan pendidikan melalui peningkatan infrastruktur pendidikan mulai tingkat SD hingga SMP.

Melihat realita kondisi infrastruktur sekolah tersebut, mantan Sekda Bojonegoro ini menegaskan, bakal memprioritaskan rehab, dan pembangunan bangunan sekolah. Sekaligus memberikan fasilitas pendukung lainnya, agar lembaga pendidikan bisa lebih menghasilkan lulusan yang bagus.

“Kami percaya melalui pendidikan yang baik dapat menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh,” tegas Pak Mul.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *