Siapkan Naker Lokal Jelang Pemboran NKT-01

Sumur NKT-01

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Pemerintah Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mempersiapkan tenaga kerja lokal untuk menyambut pemboran sumur NKT-01 TW oleh Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

Kepala Desa (Kades) Bajo, Dwiyono, menjelaskan, telah membentuk panitia kecil yang bertanggung jawab dalam mempersiapkan naker lokal. 

“Tim dari panitia itu nantinya menjadi pintu bagi warga yang ingin terlibat dalam pekerjaan,” kata dia kepada suarabanyuurip.com, Kamis (29/3/2018). 

Pembentukan tim ini juga untuk mempermudah koordinasi antara warga dengan pelaksana pekerjaan. Sekarang ini sejumlah warga telah terlibat dalam pekerjaan penyiapan lapangan. 

“Masih pekerjaan kasar penyiapan lapangan dan penataan pagar,” terang pria yang akrab dipanggil pak Dwi ini. 

Sebelumnya sempat terjadi demo oleh warga dengan mendatangi lokasi proyek agar melibatkan warga dalam pekerjaan pada  Sabtu 24 Maret 2018. Setelah aks itu pada malam harinya dilakukan pertemuan antara pelaksana proyek dengan warga yang difasilitasi panitia rekrutmen naker. 

“Akhirnya disepakati warga Bajo dilabatkan dalam pekerjaan,” ucapnya. 

Sebelum pekerjaan besar dimulai, pihak desa juga diminta mempersiapkan naker lokal. Setelah perkerjaan persiapan selesai, Pertamina EP baru melakukan pekerjaan inti. 

Baca Juga :   Pertamina EP Sukowati Field Apresiasi 2 Atlet Nasional Berprestasi Asal Bojonegoro

“Kami diminta untuk menyiapkan naker lokal,” tegasnya.

Tenaga kerja yang disiapkan bukan hanya unskill, tapi juga skill. Karena ada warga Bajo yang berpengalaman ikut pekerjaan serupa di wilayah Jawa Timur maupun wilayah lain. 

“Mereka juga telah bersertifikasi keahlian,” terangnya. 

Dwi berharap saat pekerjaan pengeboran dimulai, warganya bisa dilibatkan. Baik yang memiliki keahlian maupun yang tidak memiliki keahlian.

Sukur, warga setempat, saat ditemui di lokasi pekerjaan, mengaku sudah beberapa bulan berkeja sebagai buruh kasar.

“Kami total ada 23 orang dari Desa Bajo,” katanya saat beristirahat di bawah pohon. 

Awalnya hanya ada 8 orang yang bekerja di lokasi tersebut. Pihak perusahaan juga sudah mengumumkan membutuhkan pekerja kasar. Tapi saat itu berbarengan dengan masa panen, jadi banyak yang tidak mau.

“Setelah tidak bekerja, mereka ramai-ramai datanh ke sini untuk meminta pekerjaan,” pungkas Sukur.(ams) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *