Pak Mul : Anak Berprestasi Harus Kuliah

Cabup Soehadi Moeljono

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Melanjutkan ke perguruan tinggi menjadi impian sebagian besar pelajar di Bojonegoro, Jawa Timur.  Sayangnya  masalah biaya menjadi kendala utama mereka, untuk bisa mengenyam bangku kuliah setamat dari SMA dan sederajat.

Kondisi memprihatinkan itulah yang membawa pasangan Cabup Soehadi Moeljono dan Cawabup Mitroatin, menyiapkan program beasiswa satu sarjana satu desa. Program pendidikan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM warga desa, agar bisa bersaing dengan warga luar daerah.

Ramadhan Ardi Rahmansyah (16), contohnya. Pelajar kelas XII SMA Negeri 1 Dander, Kecamatan Dander, itu telah lama bercita-cita melanjutkan kuliah setelah lulus nanti.

“Sekarang ini untuk dapat pekerjaan yang diperhitungkan adalah lulusan,” kata pelajar asal Desa Karangsono ini.

Pihak sekolah, menurut dia, sudah memberikan himbauan kepada orang tua murid untuk mengupayakan semua siswa di SMA Dander bisa melanjutkan kuliah. Hanya saja yang menjadi pertimbangan adalah faktor kesiapan biaya.

“Biaya kuliah itu sangat banyak, orang tua saya masih mempertimbangkan apakah harus lanjut kuliah atau tidak,” tuturnya.

Orang tua Ardi hanya bekerja sebagai petani. Selama setahun ini mereka sudah mulai menabung agar saat lulus sekolah nanti bisa digunakan sebagai uang pendaftaran kuliah.

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Siapkan BPNT Daerah 11.265 KK

“Kalau saya, berfikirnya daftar dulu. Setelah itu mau bekerja supaya bisa mandiri membiayai kuliah sendiri,” jelasnya.

Pendidikan sarjana bagi Ardi sangat penting. Selain mendapatkan tambahan ilmu, juga akan diperhitungkan dalam dunia kerja dibandingkan dengan lulusan berijazah SMA.

“Kalau ada program satu desa satu sarjana saya sangat mendukung dan setuju. Semoga saja, saya bisa mendapatkannya nanti,” ujarnya.

Dia berharap, bupati terpilih mendatang benar-benar memberikan program beasiswa tersebut bagi pelajar sepertinya. Memiliki minat tinggi, namun terkendala biaya.

Senada disampaikan Aditya Pratama Putra, pelajar SMK Negeri 3 Bojonegoro. Dia mengaku, ingin sekali melanjutkan kuliah untuk menambah ilmu yang didapatnya selama ini di sekolah.

“Saya ambil jurusan administrasi perkantoran, jadi ingin kuliah di jurusan ekonomi. Itu bisa memperdalam ilmu saya selama di SMK,” sambungnya.

Saat ini, orang tua Adit, sapaan akrab Aditya Pratama Putra, sedang mempersiapkan biaya kuliah setelah lulus nanti. Dia ingin melanjutkan kuliah di Bojonegoro.

“Kuliah itu penting, karena untuk menambah ilmu dan membantu mendapatkan pekerjaan,” tandas pelajar kelas VIII ini.

Pemuda asal Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro, itu berharap, bisa mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tuanya yang hanya bekerja sebagai pedagang kecil.

Baca Juga :   MCL Tampilkan Batik Jonegoroan dan KBSR

“Masih ada tiga adik yang butuh biaya pendidikan juga,” tandas pelajar berusia 16 tahun ini.

Karena itu, Adit mengaku sangat setuju dengan program satu desa satu sarjana melalui pemberian beasiswa dari Pemkab Bojonegoro mendatang. Agar generasi muda yang memiliki minat untuk kuliah namun terbentur biaya mendapat kesempatan menambah ilmu .

“Bisa memotivasi yang lain juga untuk kuliah,” tandasnya. 

Adit berharap, kepada bupati terpilih mendatang bisa mewujudkan program tersebut agar mencetak generasi muda Bojonegoro yang berpendidikan.

“Semoga itu bisa diwujudkan,” pungkasnya. 

Cabup Bojonegoro Soehadi Moeljono  mengakui, jika biaya masih menjadi kendala utama orang tua menguliahkan anaknya. Karena itu kedepan, pihaknya telah mempersiapkan program satu desa satu sarjana melalui pemberian beasiswa penuh untuk menyiapkan tenaga kerja terdidik. 

“Jangan sampai anak-anak kita yang memiliki semangat dan prestasi akademis tidak bisa melanjutkan kuliah,  hanya gara-gara tidak punya biaya,” pungkas Pak Mul, sapaa akrab Soehadi Moeljono. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *