SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Proses pengeboran horizontal atau HDD untuk jalur penanaman pipa gas Gresik – Semarang (Gresem) yang dilakukan oleh kontraktor PT Pertagas, Konsorsium Wijaya Karya- Rabana-Kelsri (KWRK) turut Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diduga menyemburkan air bercampur lumpur. Hal tersebut dibenarkan oleh pihak kecamatan setempat.
“Benar ada semburan lumpur,” kata Camat Kalitidu, Muchlisin Andi Irawan saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com, Sabtu (31/3/2018) malam.
Menurutnya, semburan air bercampur lumpur tersebut disebut freak out, yaitu timbulnya lumpur dari rongga-rongga tanah ketika awal pengeboran dengan metode HDD.
“Sampai sekarang, proses masih HDD oleh KWRK,” imbuhnya.
Proses HDD tersebut sudah disosialisasikan oleh kontraktor utama pelaksana penanaman pipa gas yakni KWRK kepada masyarakat melalui pemerintah desa setempat dan masyarakat tidak mempermasalahkan.
Humas Pertagas, Hernianda, menyampaikan, lumpur yang keluar itu terjadi karena semprotan air bercampur tanah yang berada dibawah dan bahan bentonik yang disemprotkan diawal pengeboran untuk membuat akses jalan lubang pipa.
Dalam proses penanaman pipa di Desa Pungpungan tersebut menggunakan metode pengeboran horizontal karena padat penduduk. Sehingga tanah tidak bisa digali.
“Panjang HDD di Pungpungan kurang lebih sepanjang 289 meter dengan kedalaman 10 meter dari permukaan tanah,” tegasnya.
Saat ini yang terjadi di Pungpungan sudah langsung ditangani dengan cara menyedot lumpur-lumpur yang keluar dan sudah tidak lagi mengalami freak out.(rien)