Musim Panen, Harga Gabah di Lamongan Turun

panen padi di lamongan

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Memasuki musim panen padi petani di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengeluhkan harga gabah yang terus menurun. Mereka tidak bisa mengharapkan keuntungan dari hasil panen kali ini secara maksimal.

Harga gabah sejak dua pekan terakhir terus menurun. Jika seminggu yang lalu harga gabah masih berkisar Rp5000 per kilogram, saat ini turun tinggal Rp4600 perkilogram.

“Harga gabah terus menurun, Mas. Saya kuatir tren penurunan harga akan terus terjadi. Nasib petani bisa buntung,” kata petani asal Desa Ngambeg, Kecamatan Pucuk, Sudirman, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (5/4/2018).

Saat ini sedang masa panen raya padi. Biasanya para tengkulak bisa leluasa menekan harga gabah di petani.

“Para tengkulak biasa langsung membeli gabah disawah,” tambah petani lainnya Bakir.

Petani tidak punya pilihan lain selain menjual gabah hasil panen kepada tengkulak. Jika harus mengangkut hasil panen pulang kerumah biaya yang dibutuhkan juga besar. Selain itu juga membutuhkan dana cepat untuk membayar hutang yang digunakan untuk modal tanam.

Baca Juga :   Truck Trailer Lindas Pengendara Motor di Jalan Bojonegoro-Cepu

Selain harga jeblok hasil panenan juga turun drastis. Akibat serangan hama tikus membuat hasil panenan petani turun hingga 20 persen.

“Semoga segera ada tindakan cepat dari pemerintah setempat untuk menstabilkan harga,” pungkasnya.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *