SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) mengaku, hingga sekarang masih membicarakan proses pengunduran diri empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tergabung dalam Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu.
“Setelah adanya akuisisi Lapangan Gas J-TB kepada PEPC, kita masih bicarakan pengunduran diri BKS,” kata Public and Governmen Affair Manager PEPC, Kunadi, kepada Suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu saat di Bojonegoro.
Progres yang diterimanya, lanjut Kunadi, secara informal BKS Blok Cepu yang terdiri dari Petrogas Jatim Utama (PJU/BUMD Jawa Timur), Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC/BUMD Jawa Tengah), Asri Dharma Sejahtera (ADS/BUMD Kabupaten Bojonegoro), dan Blora Patragas Hulu (BPH/BUMD Kabupaten Blora), telah menarik diri.
“Tapi, menarik diri itu kan keputusannya ada di RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham,” imbuhnya.
Di dalam RUPS itulah, akan dilakukan proses pembicaraan termasuk kesepakatan pembayaran untuk pengembalian cost selama mengerjakan proyek di J-TB.
“Yang jelas, PEPC di Jakarta sedang melakukan kajian untuk mendanai proyek ini,” tandasnya.
PEPC mengkaji berapa persen yang diberikan kepada BKS Blok Cepu lalu akan dicarikan dana. Setelah disepakati nilainya dari hasil kajian itu, PEPC akan mencari dana tambahan.
“Karena arahan dari direksi kalau bisa resiko tidak ditanggung sendiri,” pungkasnya.(rien)