SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Arus lalu lintas untuk sementara di wilayah Kabupaten Blora, Jawa tengah, masih terpantau lancar. Meski intensitas kendaraan mengalami peningkatan karena adanya pengalihan jalur lalu lintas akibat Jembatan Widang-Babat ambruk pada hari Selasa (17/4/2018) sekitar pukul 11:00 WIB.
Terutama kendaraan bermuatan dengan tonasi berlebih dari Surabaya – Semarang yang semula melewati Jembatan Widang – Babat, Jawa Timur, saat ini melalui jalur Blora.  Yakni dari arah Babat – Bojonegoro – Padangan – Cepu – Blora – Purwodadi – Semarang.
Kanit Turjawali, Satlantas Polres Blora, Ipda Sholihun Ni’am, mengatakan, meski arus lalu lintas menunjukkan kepadatan, namun tetap terpantau lancar. Sebagian jalur lalu lintas di Kabupaten Blora memang masuk dalam jalan Nasional, mulai dari Cepu hingga Kabupaten  Rembang.
“Dari pengalihan arus lalulintas kendaraan bermuatan penuh dari Jawa Timur menuju Jawa Tengah dengan tonase berat, lalu lintas Blora mengalami peningkatan cukup signifikan,†kata Sholihun Ni’am, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (19/4/2018).
Kendati mengalami peningkatan, kata dia, tetap berjalan lancar dan belum dilakukan penjagaan secara ketat di wilayah perbatasan khususnya jembatan penghubung Blora – Bojonegoro di Kecamatan Cepu.
“Kalau tidak ada kekroditan, tidak ada pengaturan, Mas. Artinya pengaturan dilakukan seperti hari-hari biasa. Kita menyesuaikan arus lalu lintas,†terangnnya.
Sekarang ini, lanjut dia, sebagian kendaraan ada yang lewat Rembang ke Pantura, dan ada yang lewat Purwodadi. “Tapi semua tetep lewat jalur Blora,†tandasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa semua kelas jalan di Blora merupakan kelas jalan III A. Karena itu jika truk tronton yang bertonase 30-40 ton melewati tentunya melanggar kelas jalan. Seharusnya melalui jalan kelas I dan II atau yang bisa dilewati jalan pantura.
“Kalau wilayah Blora belum mampu dilewati beban 30- 40 ton,†ujarnya.
Sehingga, menurut dia, apabila terjaring razia truk dengan tonase berlebih tetap akan dilakukan penindakan. Karena hingga saat ini belum ada perintah dari pimpinan untuk perlakuan khusus.
“Jadi kalau pas operasi dia lewat tetap ditindak,†tegasnya.(ams)