Operator Migas di Bojonegoro Diminta Serahkan Data Produksi

Lapangan Sukowati

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama Bagian Sumber Daya Alam Bojonegoro, Jawa Timur, segera melakukan koordinasi dengan semua operator migas di wilayahnya agar menyerahkan data lifting dan produksinya.

Permintaan ini dilakukan setelah mereka selesai mengikuti workshop penghitungan realisasi dana bagi hasil (DBH) Migas di DIY Jogjakarta, minggu lalu. 

“Data itu nanti akan kami hitung sendiri sebagai acuan pendapatan DBH Migas daerah,” kata Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Lain lain bapenda, Anang Prasetya Adi, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (20/4/2018). 

Workshop Penghitungan Realisasi Dana Bagi Hasil Migas yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dan Dirjen Migas ini, menurut Anang, sangat bermanfaat bagi isntansinya, terutama dirinya.

“Dulu kan saya di Kecamatan, jadi masuk di Bapenda ini hal yang baru bagi saya dan memicu untuk terus mempelajari tentang industri migas,”tandasnya. 

Menurutnya, operator migas yang baru menyetorkan data produksi selama ini baru ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Sementara Pertamina EP Asset 4, PEPC, dan JOB PPEJ belum memberikan, sehingga akan berkoordinasi untuk bisa menyerahkan data tersebut. 

Baca Juga :   Subkon EPC Banyuurip Keluhkan BOP Membengkak

“Segera kita agendakan untuk membahas hal ini. Supaya masing-masing operator migas bisa menyerahkan datanya kepada kami,” pungkasnya. 

Sementara itu, suarabanyuurip.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak Pertamina EP Asset 4, JOB PPEJ, dan PEPC terkait hal ini.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *