SuaraBanyuurip.com -Â Â Ali Imron
Tuban- Pasca evakuasi semua kendaraan yang jatuh di Sungai Bengawan Solo, Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) VIII Surabaya, Jawa Timur, terus mengebut pembongkaran jembatan Widang-Babat bentang ke-3 dengan panjang 55 meter. Supaya H-10 sebelum Lebaran Idul Fitri 2018, jembatan yang diresmikan kisaran tahun 1983 ini bisa dilalui.Â
“Kami target sepekan untuk membongkar jembatan bentang ketiga ini,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen Tuban Babat, Gresik Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) VIII Surabaya, Tugiman, kepada suarabanyuurip.com, di lokasi, Minggu (21/4/2018).
Sebagaimana keterangan resmi dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, pada hari Rabu (18/4/2018) kemarin Kementerian PUPR telah mengirimkan rangka baja jembatan pengganti dari Gudang Peralatan di Citereup, Bogor, Jawa Barat.
Catatan Kementrian PUPR, dari lima bentang jembatan, bentang jembatan yang runtuh adalah bentang ke-3 dengan panjang 55 meter. Jembatan Cincin Lama merupakan jembatan jenis rangka baja Calendar Hamilton (CH) dengan panjang total sekitar 260 meter.Â
Basuki berharap pondasi atau abutment jembatan tidak mengalami kerusakan sehingga bentang jembatan yang runtuh dapat segera diganti. Namun bila mengalami kerusakan akan diperbaiki dulu pondasi atau abutmentnya.Â
Sebagai jembatan sementara akan dibangun jembatan bailey sehingga tetap bisa dilalui saat mudik Lebaran,†jelasnya.Â
Pasca runtuhnya Jembatan Cincin Lama di jalur pantura Jawa yang menghubungkan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan, Kementerian PUPR pada hari yang sama mengirimkan tim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya untuk melakukan evaluasi penyebab kejadian dan kondisi jembatan.Â
Hari berikutnya, Rabu (18/4/2018), Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR yang juga Ketua Sub Komisi Jembatan Komisi Keselamatan Konstruksi Iwan Zarkasi, tim Pusjatan Balitbang PUPR dan ahli jembatan dari Institut Teknologi Surabaya (ITS)Â juga ke lokasi untuk melakukan evaluasi mendalam penyebab runtuhnya jembatan.Â
Dari hasil evaluasi cepat, penyebabnya diduga karena truk muatan berlebih. Beban truk yang melintas mencapai 120 ton, sementara jembatan didesain untuk beban maksimal 70 ton.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah terus berupaya melakukan pengendalian truk dengan muatan berlebih dan truk yang dimodifikasi sehingga tidak sesuai standar atau disebut ODOL (Over Dimension Over Load). Salah satunya dengan mengaktifkan kembali jembatan timbang.Â
“Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan sebelum kejadian Jembatan Cincin Lama telah berkoordinasi dalam rangka penyiapan regulasi pengendalian truk-truk bermuatan lebih. Kami usulkan sanksinya tidak denda tetapi diturunkan kelebihannya,†jelas Menteri Basuki.Â
Sementara berkaitan dengan pemeliharaan jembatan, Menteri Basuki menyampaikan dilakukan pemeliharaan rutin dan berkala baik struktur atas seperti kekencangan baut, lantai jembatan hingga pengecatan. Selain itu juga dilakukan pemeliharaan struktur bawah jembatan termasuk pencegahan gerusan atau _scouring_ pada pondasi jembatan.Â
Pemeliharaan dilakukan terhadap semua Jembatan dibawah tanggung jawab Kementerian PUPR termasuk jembatan lama seperti Jembatan Cincin Lama.
Jembatan tipe Calendar Hamillton yang ada di jalan nasional berjumlah 179 buah di 26 provinsi. Jembatan tipe tersebut banyak dibangun pada periode tahun 1970 hingga tahun 1990.Â
Panjang jembatan CH bervariasi, namun hanya dua jembatan tipe CH yang memiliki panjang diatas 200 meter yakni Jembatan Cincin Lama dan Jembatan Sungai Lubuk Jambi di Provinsi Riau. (aim)