SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Setelah adanya gejolak sosial di Dusun Sarirejo, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Rabu (9/5) kemarin, Camat Soko, Suwito, langsung bersikap.
Dia berharap Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) selaku operator Lapangan Migas Mudi, Blok Tuban berkomitmen menyelesaikan dampak sosial lingkungan di sekitar wilayah operasinya.
“Kondisi riil di lapangan memang suara bising flare Control Processing Area (CPA) sangat menggagu masyarakat,” ujar Suwito kepada suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi, Kamis (10/5/2018).
Mantan Camat Grabagan ini, menjelaskan, sebetulnya masyarakat dan Pemdes Rahayu itu hanya menindaklanjuti kesepakatan yang di buat bersama antara perusahaan dan perwakilan masyarakat Rahayu setelah pihak perusahaan memberikan tali asih. Dengan catatan pihak perusahaan bersama masyarakat dan Dinas Lingkungam Hidup (DLH) tetap melakukan audit lingkungan terbatas.Â
Berdasarkan rapat bersama antara perusahaan, camat, DLH dan perwakilan masyarakat Rahayu bertempat di kantor DLH, diputuskan tetap dilaksanakan audit lingkungan. Kendati demikian, di tengah perjalanan audit tersebut di berhentikan sepihak oleh perusahaan.
“Sehingga perlu adanya komitmen pihak perusahaan segera untuk menyelesaikan permasalahan dampak sosial di lingkungan perusahaan,” pinta Suwito.
Dikonfirmasi perihal ini, Field Admin Superintendent (FAS) JOB P-PEJ, Akbar Pradima, sampai dengan pukul 17:21 WIB belum memberikan keterangan resmi perusahaaan. Pesan yang dikirimkan wartawan media ini sudah dibaca pada pukul 07:09 WIB.
Pada berita sebelumnya, karena tak tahan dengan suara bising CPA Mudi, beberapa warga meluruk kantor JOB P-PEJ di Desa Rahayu. Mereka menuntut ada pertanggungjawaban sosial, kepada masyarakat terdampak.
Keterangan dari Ketua RT 3 RW 5, Zaenudin, menjelaskan di RT 1-4 RW 5 ada 199 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak suara bising. Mereka berada di sebelah Utara CPA, dengan jarak kurang lebih 50 meter.
“Dalam sepekan ada 3 laporan soal bising,” pungkasnya. (Aim)