SKK Migas Berbagi Ilmu degan Mahasiswa PEM Akamigas

Skk migas bagi ilmu dengan PEM Akamigas

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora -  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S), berbagai ilmu dengan ratusan mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas di gedung Graha Oktana kampus setempat, Senin (14/5/2018).

Kuliah umum tersebut, merupakan salah satu program kerja SKK Migas dalam mensosialisasikan industri  hulu migas kepada universitas-universitas daerah penghasil migas. PEM Akamigas merupakan salah satu Universitas yang dipercaya sebagai tempat sosialisi dan sharing pengetahuan yang berkaitan dengan industri hulu migas tertutama yang dilakukan di daerah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa).

Direktur PEM Akamigas, Perry Burhan, membuka langsung kuliah tersbut. Dalam sambutannya, Perry mengucapkan terimakasih kepada SKK Migas atas kerjasama yang terjalin selama ini terutama dalam mendukung sharing knowledge dan penyelenggaraan kuliah umum dengan mengundang experts-experts dan profesional dibidang Migas. Baik dari perusahaan nasional maupun dari multinasional.

Karena menurut Perry, PEM Akamigas adalah lembaga pendidikan vokasi yang harus selalu terdepan dalam update pengetahuan terkini yang digunakan atau sedang berkembang di industri.

Baca Juga :   Permen ESDM No 1/2008 Akan Direvisi, BUMDes Bisa Kelola Sumur Minyak Tua

“Sehingga terdapat link dan match antara kurikulum yang diajarkan dengan kebutuhan dunia industri,” ujarnya.

Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Fachrudin, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Industri Hulu Migas mendapat tempat yang berdampak positif. Dia berharap, kuliah umum itu bisa memberi pengetahuan baru sekaligus sebagai sosialisasi kegiatan industri Migas.

Untuk diketahui, kuliah umum itu diisi oleh Kepala  Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas  SKK Migas, Agoes Sapto Rahardjo, PJS Field Manager Pertamina Asset 4 Cepu, Adrimeda Fataha Mutina, Public & Goverment Affairs ExxonMobil Limited Cepu (EMCL) Rexy Mawardijaja, serta PGA & Relation Manager Pertamina EP Cepu, Kunadi.

Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas, Agoes Sapto Raharjo, disela-sela menyampaikan materi tentang facility develompment in oil and gas industry. Dia menyatakan, di Indonesia terdapat 128 basin (cekungan), namun baru 18 basin yang diproduksi.

“Sehingga kedepan akan menjadi tantangan untuk dikelola yang membutuhkan kecerdasan dan kepandaian di bidang tersebut,” ujarnya. Untuk itu, kata dia, setiap enggineer diharapkan mempu membuat, merancang dan mengawasi pada suatu keputusan yang lebih ekonomis.

Baca Juga :   Akui Dapat Surel SKK Migas Rekom Kamidin

Kepada mahasiswa dirinya berpesan supaya terus mempelajari perkembangan teknologi untuk menghadapi tantangan kedepan.

“Sehingga tahu, teknologi apa yang harus diterapkan pada saat dibutuhkan,” pesannya diakhir materi. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *