Bubur Muhdor Tuban Menjadi Rebutan Warga

Bubur Tuban

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban – Satu menu takjil berbuka puasa yang sangat ditunggu masyarakat di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Jawa Timur, adalah Bubur Muhdor. Bubur legendaris khas arab rasa gulai kambing ini, masih menjadi rebutan warga karena mampu bertahan selama delapan dekade sejak 1937.

“Bubur berbumbu gulai tersebut hanya ada saat bulan Ramadan,” ujar Takmir Masjid Muhdor Kutorejo, Agil Bunumay, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com di Jalan Pemuda Tuban, Sabtu (19/5/2018).

Muhdor merupakan nama masjid yang ada di kampung Kutorejo, dan bukan nama khas bubur. Hanya saja karena pembuatannya dilakukan di halaman Masjid Muhdor, masyarakat akhirnya menamakan bubur Muhdor.

Bubur ini memiliki kekhasan rasa gulai kambing. Bumbu yang digunakan adalah bumbu gulai ditambah rempah-rempah, kayu manis, ditambah 20 kelapa.

Sekarang peracik bumbu bubur Muhdor jemaah perempuan masjid di rumahnya masing-masing. Berbeda pada awal mula bubur ini, peracik langsung berbaur di halaman masjid.

Untuk membuat bubur, saban harinya butuh 28-30 kilogram beras. Beras tersebut diaduk di dalam kuali tembaga setinggi kurang lebih satu meter. Setelah beras mulai mengembang, daging kambing yang sudah dihaluskan sebanyak enam kilogram dimasukkan.

Baca Juga :   Inilah Identitas Penyelundup WNA China di PT Holcim

Keunikan lainnya bubur ini dimasak empat orang laki-laki yang sudah ditunjuk oleh takmir masjid. Apabila ada orang lain yang ingin membantu mengaduk diperbolehkan.

Untuk memasak bubur legendaris ini membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam, yaitu mulai sekitar pukul 12.00 dan selesai pukul 14.30. Setelah itu baru sekira pukul 16:45 WIB, bubur siap dibagikan ke masyarakat sekitar.

“Dulu pada saat penjajahan masyarakat sekitar sangat miskin akhirnya pihak masjid berinisiatif membuat bubur,” ujar pria keturunan Arab Indonesia panjang lebar.

Dulunya bubur ini diantarkan ke rumah orang miskin, janda, dan anak yatim/piatu. Seiring perkembangan jaman, masyarakat yang menginginkan bubur langsung datang dan mengantre di Masjid Mudhor.

Salah seorang pengaduk bubur, Abdurahman mengaku, sudah beberapa tahun ini membantu membuat bubur khas warga Tuban itu. Banyak warga yang meminati bubur muhdor.

“Antrean panjang sampai ke jalan raya. Satu kali masak bisa untuk 400-500 orang,” pungkasnya.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *