DPRD Tuban Usulkan Raperda Pengentasan Kemiskinan

Ketua DPR tuban Miyadi

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban – Menyikapi kemiskinan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang masih berada di peringkat kelima se Jawa Timur (Jatim), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban di awal bulan suci Ramadan mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pengentasan kemiskinan. Regulasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan program eksekutif dan legislatif.

“Raperda inisiatif ini baru diusulkan karena kebutuhan,” ujar Ketua DPRD Tuban, Miyadi, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, di gedung DPRD Tuban, Senin (21/5/2018).

Miyadi menjelaskan, beberapa tahun lalu setelah ada pembahasan ternyata Tuban belum memiliki Raperda tersebut. Setelah ditelisik dan minta masukan masyarakat, hasilnya Raperda ini sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, tahun ini Raperda pengentasan kemiskinan diusulkan dalam sidang paripurna.

Untuk fokus regulasi baru ini, pihaknya belum mengetahuinya karena belum membaca isi naskah akademik dan materi secara utuh. Yang terpenting, dewan ingin program Pemkab realistis dan dapat mengurangi angka kemiskinan.

Menanggapi Raperda inisiatif DPRD, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, meminta sasarannya lebih jelas karena kemiskinan di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) sangat luas dan kompleks. Target harus terukur, karena jika terlalu luas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tak akan mampu merealisasikannya.

Baca Juga :   Jelang Mudik Lebaran Idul Fitri, Sopir Bus di Terminal Rajekwesi Dites Urine

“Sasaran dari Perda itu harus terukur,” pinta Wabup kelahiran Kecamatan Rengel ini.

Sesuai data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban, prosentase kemiskinan di Bumi Wali hanya turun 0,47% dari 17,14% di tahun 2016 atau nomor urut lima se-Jatim. Sekarang kemiskinan Tuban 16,87%.

Kasi Statistik Sosial BPS Tuban, Eni Astutik, membenarkan kalau kemiskinan di Bumi Wali berada di urutan lima dari 38 Kabupaten/kota se-Jatim. Sekalipun Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018 Rp2 juta lebih, tapi tak berarti diikuti penurunan angka kemiskinan.

“Ada 2.000 jiwa yang terlepas kemiskinan,” sambung perempuan asal Kecamatan Soko.

Pada tahun 2016 lalu, jumlah warga Tuban yang miskin mencapai 198.350 jiwa dari 1,3 jiwa penduduk Tuban. Adanya tren turun sebesar 0,47%, sekarang warga miskin di Bumi Wali masih196.100 jiwa.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *