SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pendidikan (Dindik) Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, 56 persen nilai rata-rata hasil ujian nasional (Unas) yang diterima para siswa tingkat SMP di bawah 5,5, atau banyak mengalami penurunan di tingkat nasional.Â
“Kalau tingkat kabupaten ada kenaikan,†kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Bojonegoro, Puji Widodo, saat pengumuman hasil unas, Jumat (25/5/2018).
Dijelaskan, hasil unas tidak lagi ditetapkan menjadi syarat kelulusan, tapi pihaknya berupaya mengevaluasinya. Banyak faktor yang mempengaruhi penurunan nilai siwa.Â
“Kebanyakan siswa yang nilainya turun itu ada di wilayah pinggiran dan belum memiliki fasilitas lengkap untuk komputernya,” tandas Puji.
Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan segera melakukan pengadaan komputer dan servernya bagi sekolah yang belum memiliki komputer selama ini sebagai penunjang Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK.Â
“Itu juga yang menjadi faktor turunnya nilai siswa, yakni mental down karena harus numpang ujian di sekolah lain,” tegasnya.Â
Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 mendatang, Diknas mengalokasikan setiap sekolah Rp250 juta berupa 20 komputer dan juga servernya. Sekarang ini, sudah mulai dilakukan pengadaannya.Â
“Untuk sementara ada 20 sekolah yang dapat bantuan dari DAK, sementara 8 lagi dapat dari bantuan pemerintah,†pungkasnya.(rien)