SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pemboran sumur migas NKT 01-TW di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dipastikan mundur dari rencana sebelumnya Juni 2018. Kabar terbaru, pemboran akan dilakukan pada akhir semester dua, atau Desember mendatang.
“Seinfo fungsi terkait, jadi masuk semester 2 akhir,†kata Government & Public Relations Staff Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Intan Anindita Putri, kepada suarabanyuurip.com Kamis (31/5/2018).
Ditanya alasan mundurnya pengeboran ini, Intan, panggilan akrabnya, mengaku belum mengetahui pasti. Namun penyiapan lokasi tapak sumur telah selesai.
“Lokasi sudah siap,†ucapnya.
Sementara itu, hingga pekan terakhir bulan Mei 2018 ini, Pertamina EP juga belum memastikan lokasi jalur pipa distribusi gas dari sumur NKT 01-TWÂ menuju Lapangan Kedungtuban di Desa Pulo dan selanjutnya dialirkan ke Central Processing Plant (CPP) Gundih di Desa Sumber Kecamatan Kradenan.
Land Matter Analyst Pertamina EP Asset 4, Rahardyan Prasetyo, menyatakan, pengadaan lahan jalur pipa belum selesai. Saat ini semua opsi masih dilakukan penjajakan.
Pengoperasian sumur dilakukan untuk mencari potensi gas pada setruktur Kedungtuban sebagai pemenuhan gas pada pembangkit listrik Indonesia Power. Pencarian gas ini untuk mengantisipasi penurunan produksi gas dari sumur-sumur di wilayah Kedungtuban komplek yang dialirkan pada Central Pocessing Plant (CPP) Gundih.
Pertamina EP telah berkomitmen memenuhi kebutuhan gas sebesar 50 MMCFD. Tahun 2017 lalu, pemenuhan gas baru tercapai 90 persen. Pengolahan gas milik Pertamina berkapasitas sebesar 70 MMSCFD, namun produksinya baru mencapai mencapai 40 – 42 MMCFD.(ams)Â