SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Dari dua bocah asal Desa Centini, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo pada Senin (4/6) kemarin, satu korban diantaranya ditemukan atas nama Kohar (9).
Jasad bocah kelas 3 MI tersebut, ditemukan dijarak 4 meter pukul 03:10 WIB di sekitar bendung gerak Babat masuk wilayah Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
“Hari kedua kita kembali menyisir TKP untuk menemukan satu korban lagi bernama Najib (9),” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (5/6/2018).
Mantan Camat Widang ini, menegaskan jika kendala yang dialami tim salah satunya kondisi air sungai yang keruh, sehingga tidak bisa diselami. Kedua, pintu air bendung gerak. Jika ditutup tentu pemenuhan kebutuhan air dan petani terganggu, sehingga pada hari pertama pencarian dibuka satu pintu.
Lebih dari itu, disatu sisi tim Search And Rescue (SAR) tidak boleh hanya fokus pada pencarian korban. Akhirnya kemarin dilakukan koordinasi dengan tim pemantau bendung gerak, dan hari ini kita tinggkatkan koordinasinya.
“Untuk personel kita tambah dari Basarnas Surabaya, BPBD Lamongan, dan Sekretariat Bersama (Sekber) relawan Tuban,” tegasnya.
Berita sebelumnya, kedua bocah ini diketahui sedang memancing di sekitar bendung gerak. Kronologi pastinya belum diketahui, tetapi terpelsetnya kedua korban terekam jelas pada CCTV kantor bendung gerak sekitar puku 06:10 WIB.(Aim)