SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban- Menjelang arus mudik lebaran 2018, Jembatan nasional Kepet di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengalami keretakan struktur badan bagian bawah. Untuk mengembalikan kondisi semula, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya melakukan suntik beton atau dikenal Injeksi Grouting.
“Kami rutin merawat jembatan kritis,” ujar Kepala BBPJN VIII Surabaya, I Ketut Dharma Wahana, kepada suarabanyuurip.com.
Di wilayahnya, Ketut menjelaskan, jika tahun ini ada 40 jembatan yang dirawat. Untuk perbaikan total hanya di Jembatan Cincin Widang-Babat, yang pada 17 April lalu ambruk. Dia bersyukur H-9 sudah bisa dibuka untuk umum, dan arus mudik dipastikan lancar.
Untuk injeksi grouting merupakan, pengisian rongga struktur beton yang kropos dan retak baik bocor mengeluarkan air maupun tidak. Sekaligus memenuhi standar ASTM C-881 – 78 Type 1,Grade 1,class B+C.
Lebih dari itu, suntik beton ini mengunakan Product Sika Intraplast.Z + semen abu-abu dan dikombinasikan dengan Sikasetaccelerator. Spesifikasi ini untuk mengisi rongga atau struktur beton khusus untuk yang bocor air / mengeluarkan air, tentunya sangat lengket dan kuat untuk menutup dan mengisi rongga yang kropos, maupun retak.
“Perawatan ini terus kami lakukan supaya kondisi jembatan aman,” tegasnya.
Pantauan di lokasi, suntik beton di Jembatan Kepet Tuban dikerjakan oleh enam orang. Mereka bekerja keras untuk menutup kembali keretakan kecil pada badan jembatan. Bukti adanya keretakan, ditandai pekerja dengan kapur putih.
Tanda tersebut yang ditutup menggunakan semen, sehingga tidak ada rembesan air dari atas. Pekerjaan ini dilakukan cepat, dengan target tidak menabrak arus mudik lebaran tahun ini.
Sebatas diketahui, Jembatan Kepet penghubung Kabupaten Tuban-Lamongan ini diresmikan oleh Gubernur Jatim, Soelarso pada tahun 1989. Saat ini, kondisi bagian atas sangat memprihatinkan. Selain aspal bergelombang, sisi sambungan jembatan juga terlihat dan berbahaya untuk ban kendaraan. (Aim)