SuaraBanyuurip.com – d suko nugrohoÂ
Bojonegoro – Meningkatnya volume kendaraan di Jalan nasional Bojonegoro – Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada hari kedua lebaran Idul Fitri 1439 H, membuat pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas ( Lalin) untuk mengatasi terjadinya kemacetan.
Seperti yang terlihat di perempatan Padangan, Sabtu (16/6/2018). Mulai traficklight hingga jalan bercabang dijadikan jalan satu arah. Kendaraan dari arah selatan yakni Ngawi, dan barat atau Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dialihkan sementara ke arah utara menuju Terminal Padangan atau Jembatan Kasiman – Padangan kemudian ke timur menuju jalan bercabang.Â
Sedangkan kendaraan dari arah timur yang akan menuju Ngawi harus berjalan di lajur kiri. Sementara kendaraan yang akan menuju Cepu diharuskan berjalan di lajur kanan.Â
Untuk kendaraan dari arah Kasiman atau jembatan Padangan – Kasiman diharuskan berjalan ke arah timur.Â
Selain itu, lampu pengatur lalu lintas yang biasanya menyala normal, untuk beberapa jam hanya menyala kuning. Agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di traficklight.Â
“Kalau dibuat seperti ini bisa arus lalu lintas bisa lancar, tidak macet seperti lebaran kemarin,” kata Bejo, warga setempat. Â
Kendati demikian, beberapa petugas kepolisian dari Polsek Padangan juga bersiaga di perempatan traficklight untuk membantu kelancaran lalu lintas.Â
“Rekayasa ini kita lakukan ketika kondisi volume kendaraan meningkat,” ucap salah satu petugas kepolisian saat berjaga.
Dari pantauan, setelah volume kendaraan menurun, jalur kembali diberlakukan normal dan lampu pengatur lalu lintas menyala seperti biasa.(suko)Â