SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merupakan salah satu desa yang juga sering menjadi langganan dampak adanya kegiatan produksi minyak dan gas bumi (Migas) di Pad A, lapangan Sukowati, Blok Tuban. Karena itu Pemerintah Desa (Pemdes) setempat berharap agar operator baru lebih memperhatikan secara serius seperti desa ring satu lainnya.Â
“Kalau ada kebocoran gas, pasti warga saya yang berdeketan dengan Pad A pertama kali yang kena dampaknya,” kata Kepala Desa Sambiroto, Sudjono, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (20/6/2018).
Dengan adanya dampak negatif yang pernah dialami warga Sambiroto, Sudjono berharap, operator Lapangan Sukowati yang baru yakni Pertamina EP Asset 4 memberikan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami berharap ada kepedulian berupa perekrutan tenaga kerja serta pemberian program CSR,” tandasnya.
Menurutnya, selama ini bagian tenaga kerja di Desa Sambiroto sangat sedikit. Kuota terbesar ada di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, yang menjadi desa ring 1 Pad B, Lapangan Sukowati.
“Kita dapatnya sedikit, harapannya nanti tetap ada yang dilibatkan untuk Pad A,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya belum menentukan skema program Corporate Social Responsibility (CSR) yang setiap tahun pasti diberikan oleh operator sebelumnya yakni JOB P-PEJ karena belum ada sosialisasi dari Pertamina EP Asset 4.
“Semoga program CSR nya tetap jalan dan ada peningkatan dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.(rien)Â