Warga Ring Satu Jambaran Tiung Biru Keluhkan Polusi Debu

Jalan menuju jambaran sentral berdebu

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Sebagian warga desa ring satu proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) kembali mengeluhkan dampak polusi debu yang disinyalir ditimbulkan dari aktivitas proyek J-TB yang di operatori Pertamina Eksplorasi Produksi Cepu (PEPC).

Warga Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Jawa Timur, Parlan, mengatakan, sejak selesainya aktivitas PT Pembangunan Perumahan (PP) mengerjakan proyek sipil J-TB hingga saat ini tidak ada lagi penyiraman jalan menuju lokasi jambaran sentral. Akibatnya polusi debu tak bisa dihindarkan lagi. Sehingga mengganggu lingkungan, dan tanaman pertanian sekitar jalan.

“Waktu masih disiram, debu lumayan berkurang. Tapi sejak sebulan ini tidak ada penyiraman polusi debunya sangat mengganggu sekali. Apalagi saat ada mobil lewat debu yang bertebaran semakin banyak. Makanan yang sudah ditutupi saja masih kena debu,” kata Parlan, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (2/7/2018).

Pria yang rumahnya dekat jalan menuju jambaran sentral tersebut menyarankan, agar PEPC segera mengambil langkah untuk mengantisipasi adanya polusi debu sebelum memunculkan gejolak sosial warga.

Baca Juga :   Inilah Persyaratan Agar Bisa Bekerja di Proyek JTB

“Secara persis saya tidak tahu penyiraman masih tanggung jawab PP atau tidak. Tapi PP sudah tidak ada lagi aktivitas. Jadi PEPC sebagai operator J-TB segera mengambil sikap untuk menyiram jalan sebelum kesabaran warga habis,” saran warga desa ring 1 J-TB ini.

Public and Government Affair Manager Relations PEPC, Kunadi, mengaku, akan menanyakan pengurus teknis yang ada dilapangan.

“Saya tanyakan dulu nanti siang kepada temen-teman lapangan yang ngurus teknis ya, Mas,” ujar Kunadi, dikonfirmasi terpisah.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *