SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Gara-gara mengabaikan tenaga kerja (Naker) lokal, puluhan pemuda Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hari Selasa (3/7) mendemo PT Semen Indonesia Logistik (Silog). Selain rekrutmen Naker ditengarai tak transparan, perusahan plat merah juga memberhentikan dua pekerja lokal sepihak tanpa alasan yang jelas.
“Perekrutan Naker lokal harus jelas dan transparan,” ujar Orator Aksi Karang Taruna Socorejo, Aiunrroffah (22), kepada suarabanyuurip.com di depan kantor PT Silog.
Perempuan berparas cantik ini, menuding PT Silog mengabaikan konten lokal. Buktinya selama ini tidak pernah memberitahukan info loker ke Karang Taruna Socorejo. Pihaknya meminta 50% naker wajib dari ring satu Socorejo.
“Adanya PHK sepihak, perusahaan diminta mempertahankan dua pekerja Socorejo,” pintanya.
Ketua Karang Taruna Socorejo, Mahmudi, menambahkan perusahaan yang sebelumnya bernama PT Varia Usaha ini harus segera melakukan normalisasi sungai. Dikarenakan sungai yang diduga tercemar limbah tersebut, akan berdampak pada warga saat banjir tiba.
Mahmudi juga meminta PT Silog memberikan kembali oli bekas kepada nelayan. Dikarenakan oli tersebut sangat penting bagi nelayan, mengingat di pasaran sulit diperoleh.
“Yang paling penting pekerjaan yang ditangani PT Silog di Pelabuhan PT SI harus ada komitmen dengan Pemdes Socorejo,” tandasnya.
Pantauan di lokasi, aksi unjuk rasa dimulai didepan kantor PT Silog sekitar pukul 09:30 WIB. Beberapa saat sempat terjadi blokade jalur utama distribusi semen menuju pelabuhan.
Orasi yang berlangsung satu jam di jalur produksi semen BUMN, mendapat pengawalan ketat dari TNI/Polri. Setelah itu, manajemen PT Silog mengajak mediasi di kantor Balai Desa Socorejo.
Sampai berita ini ditulis, manajemen PT Silog belum memberikan pernyataan resmi tuntutan Karang Taruna Socorejo. (Aim)