Minta Tuntutan Direalisasikan Dalam Waktu 30 Hari

PT SILOG Heru Sarjono

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban – Dalam kurun waktu 30 hari, PT Semen Indonesia Logistik (Silog) diminta merealisasikan tuntutan puluhan pemuda dalam aksi unjuk rasa pada Selasa (3/7/2018) di jalur distribusi semen BUMN. Apabila mengabaikan kesepakatan tersebut, maka aksi unjuk rasa akan kembali dilakukan.

“Realisasi 30 hari merupakan salah satu poin kesepakatan. Kalau di ingkari, jangan salahkan pemuda jika aksi kembali dilakukan dengan jumlah massa yang lebih banyak,” ujar Kepala Desa Socorejo, Arif Rahman Hakim, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, usai mediasi bersama beberapa pihak terkait.

Kang Arief sapaan akrabnya, bersyukur penyampaian aspirasi Karang Taruna pemuda Socorejo berjalan dengan lancar. Beberapa keputusan yang dihasilkan meliputi, membatalkan PHK Fajar dan mengembalikan Joni di posisi bengkel Tuban.

Mengangkat tenaga borongan yang sudah bekerja di SILOG menjadi tenaga kontrak. PT SILOG akan segera melakukan normalisasi sungai yang ada di selatan perusahaan. Olie akan segera diberikan kepada nelayan Socorejo.

Lebih dari itu, PT VUFa dan PT Swabina selaku outsourcing PT SILOG akan transparan dalam proses rekrutmen Naker. Terakhir semua tuntutan pemuda akan direalisasikan perusahaan dalam waktu 1 Bulan.

Baca Juga :   Berharap Lampu Proyek Tak Diarahkan ke Persawahan

“Atas nama Pemdes Socorejo saya sampaikan terimakasih kepada aparat Kepolisian, LINMAS, dan semua pihak yang sudah membantu pengamanan aksi hari ini sehingga berjalan lancar,” terang mantan aktivis PMII Jogja ini.

Sementara, Biro Pengelolaan Asset dan Umum PT SILOG, Heru Sarjono, membenarkan jika semua tuntutan akan direalisasikan. Gejolak ini hanya ada miskomunikasi, dan kedepan akan lebih intens koordinasi dengan Pemdes Socorejo.

“Sudah dibahas dan ada beberapa kesepakatan,” sergah Heru.

Heru menegaskan, selama ini perekrutan Naker transparan dan diumumkan di media massa. Selain itu, selalu memprioritaskan Naker ring 1 dari PT SILOG.

Soal normalisasi sungai, Pemdes sudah menawarkan skema pendanaan 50:50 ke perusahaan. Kedepan skema itu akan dijalankan supaya, saat sungai meluap tidak berdampak ke warga.

“Kedepan kami akan perbaiki komunikasi dengan semua stakeholder supaya keberadaan PT SILOG bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *