SuaraBanyuurip.com -Â Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pengeluaran pembiayaan daerah Bojonegoro, Jawa Timur, tak sesuai realisasi karena adanya penurunan harga minyak dunia cukup signifikan yang berimbas pada penerimaan Dana Bagi Hasil Minyak dan gas Bumi (DBH Migas) yang merupakan sumber penerimaan terbesar APBD. Dari plafon yang ditetapkan sebesar Rp36 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) tahun 2017 terealisasi Rp0.
Demikian disampaikan Penjabat (Pj)Â Bupati Suprianto saat menyampaikan nota pengantar Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2017, di Ruang Paripurna Kantor DPRD setempat, Rabu (4/7/2018).
Disebutkan pada anggaran belanja, secara akumulatif terealisasi sebesar 87,45 persen yaitu dari total plafon anggaran Rp3,233 triliun terealisasi Rp2,827 triliun.
Sedangkan pada sisi pembiayaan dari perhitungan APBD 2017 dapat disampaikan perkembangan anggaran pembiayaan diantaranya dari sisi penerimaan pembiayaan daerah dari target Rp79,051 miliar terealisasi Rp81,489 miliar.
Sedangkan untuk sisa lebih pembiayaan tahun berkenaan (SILPA) sebesar Rp227 miliar yang diakumulasikan dari SILPA BLUD seebsar Rp26,981 miliar, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama senilai Rp17,772 miliar.
Kemudian Bantuan Operasional Sekolah sebesar Rp2,674 miliar, Sisa DAK fisik sampai dengan tahun 2016 ebesar Rp1,892 miliar, dan Sisa dana DAK Fisik dan Non fisik tahun 2017 senilai Rp18,582 miliar.(rien) Â