Pertamina EP Bertemu Warga Empat Desa Sekitar Mudi

Silaturahmi PEP di Tubab

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban- Pertamina EP Asset 4 sebagai operator baru di Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban bertemu dengan perangkat desa dan perwakilan warga sekitar lapangan Mudi, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (5/7) sore.

Acara yang dipusatkan di Control Processing Area (CPA) atau Pad A Mudi ini, dalam rangka silaturahmi dan perkenalan.

“Mohon maaf sebelumnya, tanggal 20 Mei kemarin telah diserahkan lapangan ini ke PEP (Pertamina EP). Tapi karena banyak kegiatan, puasa, lebaran dan juga libur panjang baru saat ini kami bisa berkenalan,” terang Field Manager Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Heri Aminanto, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (6/7/2018).

Penyerahan Blok Sukowati dari JOB PPEJ kepada Pertamina EP terhitung sejak tanggal 20 Mei 2018 lalu. Kendati demikian, pihak operator Minyak dan Gas Bumi milik BUMN tersebut mengaku baru bisa menyapa dan silaturrahmi dengan jajaran Muspika dan juga para perangkat desa sekitar.

Silaturrahmi melibatkan jajaran Fokopimka Soko dan Fokopimpa Rengel, Kabupaten Tuban. Pihak Pertamina EP Asset 4 sebagai operator berharap dukungan semua pihak untuk meningkatkan produksi di lapangan tersebut.

Baca Juga :   Per 3 Januari 2023, Pertamina Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi

“Perangkat Desa Rahayu, Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Desa Kebongagung dan Desa Bulurejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban juga hadir,” terang Heri.

Pihaknya memohon dengan sangat kepada aparat, warga masyarakat saling bahu membahu untuk meningkatkan produksi di sini. Pertamina ini seratus persen adalah untuk negara.

Camat Soko, Suwito, berpesan kepada operator Migas Blok Tuban untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan jajaran Fokopimka dan juga pihak desa. Komunikasi itu menjadi kunci  dan yang mampu menyelesaikan segala permasalahan.

“Dengan kehadiran manajemen baru ini mudah-mudahan benar-benar meningkatkan komunikasi, meningkatkan silaturrahmi dan meningkat produksi dan pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan di lingkungan perusahaan. Yang menjadi konflik sosial selama ini adalah kurangnya komunikasi,” pungkas mantan Camat Grabagan ini. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *