SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sebelah timur PLNÂ Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menolak rencana pembongkaran lapak oleh pemerintah setempat. Mereka menggelar aksi unjuk rasa dengan melakukan Long March dari kawasan timut PLN hingga depan Kantor Kecamatan Cepu, untuk berorasi.Â
Massa membentangkan berbagai poster penolakan dan doa untuk pemerintah. Poster tersebut diantaranya berisi “Kami mencari rizqi halal, bukan maling. Kenapa digusur. Ingat mendzolimu rakyat itu dosa besar. Kami menolak penggusura. Bahkan doa yang berbunyi Ya Allah Laknatlah pemimpin yang mendzolimi kami”. Poster itu diapit foto Camat Cepu Djoko Sulistiyono.Â
Sebelum long march, para PKL Timur PLN didukung PKL Taman 1000 lampu, paguyuban bentor serta aliansi warga lain melakukan doa bersama dan istighotsah.Â
Meraka juga didukung dari IDFoS Indonesia, LSM Akademika, serta LBH Kinasih. Para peserta aksi tersebut tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Cepu (FPRC).Â
“Hentikan rencana pembongkaran kios para PKL sebelah timur PLN,” tegas Koordinator Umum Aksi, Budi, Senin (9/7/2018).Â
Budi menyatakan, perlu ada reformasi birokrasi kecamatan dengan memutasi Camat Cepu Djoko Sulistiyono, karena diangap arogan dan tidak mampu bekerja secara baik dan anti terhadap rakyat Cepu.Â
“Ganti Camat Cepu Joko Sulistiyono dengan Camat yang lebih bijak dan pro rakyat,” ungkapnya. (ams)