SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Di usianya ke 53 tahun, Aman Hakiki, menjadi sosok penting dalam pemadaman kebakaran hutan jati di Petak 33 G RPH Sugihan, BKPH Kerek, KPH Tuban pada Jumat (20/7/2018) siang. Pria yang diketahui sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonokategung, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, ini bekerja keras menjinakkan si jago merah sendirian tanpa bantuan siapapun.
“Saya dapat telepon dari mantri hutan sekitar pukul 10:20 WIB,†ujar Aman, kepada suarabanyuurip.com, saat ditemui di lokasi kebakaran di tepi jalan Pantura Tuban-Semarang.
Menggunakan motor bututnya, Aman yang sebelumnya berada di petak 29 langsung meluncur ke lokasi. Dia sempat terperangah saat melihat besarnya api, sehingga memarkirkan motornya agak jauh.
Berdasarkan pengalaman yang dimilikinya, pria berkulit sawo matang ini, langsung membuat jalur penangkal api dengan menyeterilkan daun jati. Teknik tersebut berhasil mencegah meluasnya api sampai dengan pukul 11:20 WIB. Kebakaran di alas jati peteng ini, diprakirakan hanya mencapai setengah hektar.
“Sisa titik api saya matikan dengan ranting,†terangnya.
Untuk penyebab kebakaran ini, Aman menduga ada oknum yang iseng membuang putung rokok. Dugaan menguat saat dirinya tiba di lokasi, dan ada seseorang yang langsung kabur ke arah Timur.
“Kebakaran disini sering, kadang ketahuan dan kadang pula tidak,†jelasnya.
Alasan dia tidak menghubungi tim pemadan kebakaran kabupaten, karena api terus membesar karena tiupan angin. Dia bersyukur, dengan cepat kebakaran dapat dipadamkan.
Saat api sudah padam, mandor perhutani baru tiba di lokasi. Begitupula Aman langsung kembali ke aktivitasnya semula. Sebagai Ketua LMDH, dirinya memiliki tanggung jawab untuk menjaga hutan. Sekaligus mengabdikan waktunya untuk kelastarian lingkungan.(Aim)