SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, meminta agar Pertamina EP Asset 4 Field Cepu kooperatif memberikan data produksi kepada pemkab.
“Sejak sumur Tiung Biru (TBR) masih aktif sampai akhirnya ditutup Maret 2018 lalu, kami tidak mendapatkan data produksi dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu),” kata Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan lain-lain, Bapenda, Anang Prasetya Adi, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (20/7/2018).
Menurutnya, tidak hanya data produksi dari sumur TBR di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo saja, karena Pertamina EP Asset 4 Field Cepu juga mengelola sumur tua. Namun, surat himbauan dari Bapenda selalu diabaikan.
“Kita hanya dapat data liftingnya saja dari Kementerian ESDM tiap triwulan sekali,” tukasnya.
Sehingga, untuk menghitung jumlah produksi, pihaknya hanya bisa mengestimasikan saja melalui penghitungan manual berdasarkan lifting yang ada.
“Kenapa kita butuh itu, ya untuk menghitung dana bagi hasil migas daerah,” tegasnya.
Selama ini, kontraktor kontrak kerjasama atau K3S yang menyetorkan data produksi migasnya hanya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
“Kedepan, kita juga akan berkirim surat kepada Pertamina EP Asset 4 untuk kirim data produksi di Lapangan Sukowati,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperiyanto, mengaku belum melihat surat himbauan permintaan data produksi lapangan migas yang dikelolanya.
“Saya belum lihat suratnya,” ujarnya singkat.(rien)