SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), hingga saat ini belum menerima keuntungan atau bagi hasil dari penyertaan modal atau participating interest (PI) 10 persen di Blok Cepu, meski puncak produksi telah berlangsung lebih dari 200 ribu barel per hari (Bph).
“Tahun berjalan 2021, sudah bisa bagi hasil sesuai perjanjian,” kata Direktur PT ADS, Ganesha Askari, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (23/7/2018).
Meskipun belum mendapatkan bagi hasil tersebut, namun PT ADS mendapatkan commitmen fee dari PT Surya Energi Raya (SER) setiap tahun sebesar USD50 ribu.
“SER bayar untuk pendapatan minimum Pemkab USD50.000 per tahun dari 2010 sampai 2017, kalau 2018 baru dibayar 2019,” kata Ganesha.
Menurutnya, redemption atau pelunasan kembali investasi yang dikeluarkan PT SER baru sebagian dilakukan tahun ini, dan sebagian lagi tahun depan berdasarkan tahun buku.
“Dengan asumsi tidak ada penurunan harga minyak dunia yang drastis seperti tahun 2016 lalu, pastinya bagi hasil akan kita dapat 2021 mendatang,” ucapnya.
Dalam penyertaan modal PI 10 persen di Blok Cepu ini, biaya yang harus dikeluarkan PT ADS adalah sejumlah USD135 juta. Untuk membiayainya, PT ADS bekerjasama dengan PT SER dengan skema pembagian untung 25:75.(rien)Â