Anggaran Dipotong 30%, Jumlah Bedah Rumah Berkurang

Kepala Dinsos Bojonegoro

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Percepatan penuntasan program rumah layak huni di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terkendala anggaran. Tahun ini anggaran untuk program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah mengalami pengurangan.

Dari anggaran yang diajukan sebesar Rp1 miliar, hanya disetujui Rp600 juta. Akibatnya jumlah rumah yang akan direhab juga berkurang dari awalnya 100 rumah, tinggal 60 rumah yang tersebar di 28 kecamatanm

“Ada potongan 30 persen,” kata Kepala Dinas Sosial Bojonegoro, Helmi Elisabeth, kepada suarabanyuurip.com Rabu (25/7/2018) kemarin.

Sedangkan rehab untuk 40 rumah tidak layak huni terpaksa ditunda.

“Tapi, karena ini program prioritas maka Dinsos mengusulkan kepada bupati agar yang 40 rumah tetap direalisasikan di P-APBD,” pungkasnya. 

Jumlah rumah tidak dilayak huni di Bojonegoro diperkirakan masih ribuan. Dari data di Pemerintah Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu saja, masih ada 117 rumah tidak layak huni yang belum mendapatkan bantuan bedah rumah. 

“Tahun 2017, sudah kita ajukan melalui musrenbang, tapi belum terealisasi sampai sekarang,” kata Kaur Kesra Desa Sidodadi, Warsito, dikonfirmasi terpisah. 

Baca Juga :   Peningkatan Infrastruktur Sekitar TBR Dibiayai APBD

Pihaknya berharap, tahun ini ada kuota bedah rumah untuk warga miskin di Desa Sidodadi, karena masih banyak yang butuh bantuan dari pemerintah melalui APBD. 

“Kalau menggunakan anggaran dari desa, tidak akan mampu karena satu rumah biayanya antara Rp15 juta sampai Rp20 juta,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *