SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro terpilih, Budi Irawanto, menyebutkan, usai pelantikan pada September 2018 mendatang, akan berupaya mendapatkan transparansi hasil lifting minyak dan gas bumi (Migas) ke Pemerintah Pusat.
“Apalagi, sekarang ini harga minyak mentah dunia naik hingga USD 70 per barel,” kata Wawan, sapaan akrabnya kepada Suarabanyuurip.com di kantor KPU setempat, Kamis (26/7/2018).
Menurutnya, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tidak pernah mendapatkan penghitungan secara rinci. Laporan yang diterima setiap tiga bulan sekali, hanya berupa angka lifting secara global.
“Kedepan, kita minta data rinci dan produksi masing-masing lapangan migas. Agar bisa hitung Dana Bagi Hasilnya berapa,” tandasnya.
Dengan kenaikan harga minyak mentah dunia sekarang ini, bisa dipastikan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas akan mengalami kenaikan hingga Rp2 triliun. Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya agar pendapatan Kabupaten Bojonegoro bisa meningkat.
“DBH Migas ini merupakan wewenang pemerintah pusat, tapi tetap kita upayakan bagaimana pendapatan Bojonegoro bisa meningkat,” pungkasnya.(rien)Â