Warga Kelurahan Wulung Sandera Alat Berat

alat berat disandra warga wulung

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Sebuah alat berat milik salah satu perusahaan sub-kontraktor dalam pekerjaan proyek pipanisasi gas Gresik – Semarang (Gresem), ditahan oleh warga RT 02/03, Kelurahan Wulung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Diketahui, penyanderaan itu sudah berlangsung selama dua bulan lantaran belum ada kejelasan penyelesaian ganti untung. Akibatnya, pekerjaan penamanaman pipa harus tersendat.

Menurut Koordinator warga, Bambang Thomas, warga merasa geram karena ganti untung kerusakan sarana dan prasarana milik warga setempat tidak segera dibayarkan. Jika komitmen pihak kontraktor tidak segera diselesaikan, kata dia,  sampai kapanpun Bego (red-alat berat) tetap ditahan.

“Jangan korbankan warga, ini kegiatan bisnis dengan tujuan profit yang tinggi. Warga pakai gas juga bayar, gak ada yang gratis,” ujarnya, belum lama ini.

Di kelurahan itu, setidaknya ada 225 Kepala Keluarga (KK) yang terkena dampak dari proyek tersebut. Sebelumnya, menurut dia, pihak kontraktor sudah melakukan pembayaran kompensasi ke sebagian warga, namun masih menyisakan beberapa KK.

Diantaranya kerusakan pagar di rumah milik Munadi, rumah Badri, Mbah Tin, Yasmini, Kasirin dan lembaga pendidikan SDN 1 Wulung. Dia mengaku, pihak pelaksana pernah mendatangi rumahnya untuk membicarakan penyelesaian persoalan tersbut.

Baca Juga :   Pengemudi Bus Bantah Ada Pemotongan Insentif

“Katanya akan diselesaiakan sebelum lebaran. Tapi lebaran sudah lewat, mau kapan lagi,” ucapnya.

Bukan hanya itu, persoalan pembayaran tenaga kerja juga belum diselesaikan. Seperti embayaran untuk tenaga helper dan penjaga alat berat. “Semua harus diselesaikan, kalau tidak jangan harap alat berat bisa keluar, ” ungkapnya.

Lebih dari itu, pengembalian tanah sisa galian juga masih bermasalah. Dari pemasangan pipa sebanyak 21 batang itu, disepakati setiap satu pipa akan diurug dengan Pedel sebanyak 4 dum truk. Tetapi, hingga saat ini terhitung baru 29 dum truck.

“Artinya, masih ada kekurangan 55 dum truk,” terangnya.

Bambang menuturkan, bekas galian pipa di lokasi itu cukup mengganggu aktifitas warga. Dirinya beserta panitia lingkungan sepakat untuk membelikan Pedel secara swadaya.

“Besok ya harus diganti. Kami masih menunggu, jika tidak diselesaikan Bego akan tetap kita tahan disini,” tegasnya.

Semantara, Kepala Kelurahan Wulung, Prisujianto, saat dikonfirmasi mengungkapkan, sudah berusaha mengkomunikasikan keluhan warga dengan pihak kontraktor.

“Masalah jumlah dananya kami tidak tahu, Silakan tanya warga yang menangani,” kata dia.

Baca Juga :   Pabrik Pengolah Gas Meledak Satu Luka

Humas Pertagas wilayah Semarang-Gresik, Anis saat dikonfirmasi menyatakan, jika persoalan itu sudah diserahkan kepada kontraktor dalam hal ini KWRK.

“Silakan warga mengadu ke kelurahan agar kemudian bisa disampaikan ke pertagas atau kontraktor terkait,” katanya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *