SuaraBanyuurip.com -Â Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Tambahan modal sebesar Rp3 miliar yang diajukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), mendapat dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Suntikan dana segar ini dinilai akan lebih maksimalkan kinerja perusahaan plat merah dalam mengelola industri migas sumur tua.
“Saya yakin, dengan tambahan modal yang diberikan kepada BBS, setoran pendapatan asli daerah akan bertambah besar,” kata Sekretaris Komisi B, Lasuri, kepada suarabanyuurip.com, senin (30/7/2018).
Dari estimasi komisi dewan yang membidangi masalah migas itu, idealnya modal untuk mengelola industri migas sebesar Rp3 miliar, setoran pendapatan ke kas daerah sebesar Rp1 miliar.Â
“Estimasi permodalan itu, salah satunya untuk mengelola sumur tua dan pengembangan anak perusahaan PT BBS,” tegasnya.Â
Rencananya, ada tiga anak perusahaan yang akan dibentuk PT BBS untuk mengelola Participating Interest (PI) Blok Tuban, dan pengerjaan proyek dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).Â
“Rencananya begitu,”tandasnya. Â
Sesuai catatanya, kinerja BBS dalam mengelola sumur minyak tua mengalami peningkatan. Sampai saat ini, pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh BBS mencapai Rp 13 millir lebih dengan ekuitas atau modal mencapai Rp 23 milliar.Â
Direktur Operasional PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Tonny Ade Irawan, mengatakan, jika memang diberikan tambahan modal Rp 3 miliar sampai Rp 4 miliar dengan perhitungan yang ada, maka pihaknya meperkirakan bisa menyetor pendapatan daerah sebesar Rp1 miliar.
‘’Tentunya ini butuh dukungan semua pihak termasuk DPRD dan pemkab serta masyarakat,’’ pungkasnya.(rien)