Temukan 220 Lebih Bahasa Lokal Bojonegoro

kesenian tradisional Bojonegoro

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Komunitas Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro (PSJB), menemukan kurang lebih 220 kosa kata lokal Bojonegoro. Bahasa lokal daerah tersebut merupakan sub bahasa yang digunakan masyarakat dalam berdialog sehari-hari atau biasa disebut Bahasa Bojonegaran.

“Selama pendataan di lapangan sejauh ini baru ditemukan segitu,” ketua  PSJB, JFX Hoery saat forum group discussion (FGD) pokok pikiran kebudayaan daerah Bojonegoro di Padepokan Setia Hati Teratai, Senin (30/7/2018).

Dijelaskan, secara geografis bahasa daerah Bojonegoro dipengaruhi dua kebudayaan yang berbeda. Di sisi barat wilayah Bojonegoro bahasa sehari-hari yang digunakan masyarakat terpengaruh dengan bahasa Mataraman, sedangkan sisi timur terpengaruh dengan bahasa Surabaya.

“Namun secara karakteristiknya, bahasa daerah Bojonegoro ini masuk dalam kategori bahasa pesisir,” ungkap pria yang pernah menyabet penghargaan Sastra Rancage Bahasa Jawa.

Di antara kosa kata bahasa daerah Bojonegaran diantaranya, Sembrek (nakal), Nyenggrek (menggayuh), Deprok (duduk), Jengker (berbicara), Lebi (tutup), Mire (pergi), dan Genyo (kenapa).

Melalui FGD ini Tim Penyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Bojonegoro, akan membuat rekomendasi tentang kebudayaan untuk kemudian diberikan kepada Pemkab, agar dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk menegaskan bentuk kebudayaan Bojonegoro.

Baca Juga :   SH Terate Cabang Bojonegoro Resmi Buka Program Latihan Pencak Silat Usia Dini

“Karena bentuk kebudayaan di Bojonegoro beraneka ragam, harapannya bisa diakomodir Pemkab berupa sebuah kegiatan,” sambung Ketua Panitia Tim Penyusun Pokok Pikiran Kebudayaan daerah, Agus Sighro, usai acara.  

Kegiatan yang dimaksud yaitu penyediaan infrastruktur kesenian dan kebudayaan, penyelenggaraan event-event adat, permainan tradisional, dan masih banyak lagi. 

“Kegiatan-kegiatan tersebut, diharapkan mampu mempertahankan dan melestarikan budaya Bojonegoro,” tandas Sighro, sapaan akrabnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *