Usaha Kembang kempis, Lowongan BUMD Blora Sepi Peminat

Apotek Milik BUMD Blora

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berkomitmen mengembangkan potensi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PD Wira Usaha. Selama berdiri tahun 2005 lalu, setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perusahaan plat merah tersebut minim.

Bahkan, terhitung sejak tahun 2011, perusahaan daerah itu tidak menyetorkan PAD.

Pertengahan tahun 2018 ini, Pemkab Blora membuka lowongan untuk direksi baru, karena masa jabatan direksi lama sudah habis.

Namun lowongan yang dibuka sejak tanggal (25/7/2018) hingga tanggal (31/7/2018), masih sepi peminat. Belum ada berkas masuk di meja Kabag Perekonomian Setda Blora. 

Kepala Bagian Perekonomian Setda Blora, Rudati Ningsih, mengatakan, sebenarnya pada periode sebelumnya Pemkab Blora telah merekrut direksi PD Wira Usaha, namun di tengah perjalanan direktur tersebut menghilang.

“Kalau tidak salah ingat, tiga tahun lalu kami lakukan rekrutmen. Mungkin karena gaji kecil, sehingga membuat orang tersebut kabur dari tanggung jawab setelah menduduki jabatan direktur,” ungkapnya, Senin (30/7/2018). 

Setelah sulit diajak komunikasi, pihaknya memutuskan untuk mengangkat salah satu manager sebagai pelaksana tugas (Plt), dan langsung menetapkannya sebagai direktur difinitif.

Baca Juga :   Tunjangan Sertifikasi 2.982 Guru Proses Pencairan

Sekarang ini, masa jabatan direktur tersebut telah selesai, sehingga dibuka kesempatan bagi masyakat untuk mengisi kekososngan direksi.

Pihaknya mengakui, jika selama ini PD Wira Usaha belum menyetorkan PAD karena belum memiliki keuntungan. Usaha percetakan yang dirintis sejak tahun 2011 lalu, terpaksa ditutup karena dianggap tidak menguntungkan.

Hingga saat ini hanya satu bidang usaha yang masih berjalan yakni apotek di Cepu dan Blora.

Sementara, dalam menjalankan usahanya, pemkab hanya menyediakan modal. Sedangkan gaji karyawan dari usaha yang dijalankan.

“Kalau mau gaji besar, tergantung perusahaan. Kalau pendapatannya besar, gajinya juga bisa diatur sendiri,” tambah wanita berhijab itu. 

Dengan adanya direksi baru nanti, pihaknya berharap bisa ada perkembangan yang signifikan, sehingga dapat membantu keuangan daerah.

“Kita lihat saja nanti dari para pelamar. Karena mereka nanti juga memaparkan visi misi serta mengajukan proposal,” jelas wanita berkaca mata itu. 

Diketahui, perusahaan daerah yang berada di tengah masa transisi itu bisa bergerak dalam bidang usaha apapun termasuk jasa konstruksi, tetapi harus disiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya.

Baca Juga :   Sabu 364,58 Gram Ditemukan di Sel Napi, HMI: Sistem Keamanan Lapas Bojonegoro Harus Diaudit

“Keculai perbankan, itu tidak boleh jadi usaha,” tandanya. 

Sementara, Anggota tim Pengkaji Participating Interest (PI) Kabupaten Blora, Djati Walujastono, menambahkan, dengan dirombaknya PD Wira Usaha bisa menjadi pengelola PI dari Blok Migas yang ada di Blora.

“Kalau nanti direktur utama tidak bagus, maka nanti juga PI tidak bagus,” ungkapnya.(ams) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *