Hingga Dimakamkan Polisi Belum Ungkap Identitas Korban

mayat terbakar

SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Blora – Sudah tiga hari mayat dengan kondisi hangus terbakar ditemukan warga di kawasan Bagian Pemangku Hutan (BPKPH) Ngawenombo, Kesatuan  Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, Desa Sendangwates, Kecamatan Kunduran, Blora Jawa Tengah, Rabu (1/8/2018). Namun polisi belum juga berhasil mengungkap identitasnya hingga mayat tersebut akhirnya dimakamkan, Jumat (3/8/2018).

Jenazah korban dimakamkan di komplek pemakaman RSUD dr R Soetijono sekira pukul 14.00 WIB. Pemakaman hanya dihadiri oleh pegawai rumah sakit umum (RSU) dan diawasi langsung oleh kepala instalasi pemulasaran jenazah RSU, Edi Dwi Siswanto.

Jenazah berada di ruang ruang instalasi pemulasaran sejak kemarin, pasca ditemukan warga.

Edi Dwi Siswanto menjelaskan keputusan pemakaman sudah sesuai dengan standart operasi prosedur (SOP). Sesuai batas maximal pemakaman jenasah adalah 2 x 24 jam atau dua hari setelah jenasah ditemukan atau dibawa ke RSU.

“Jenazah kami terima Rabu jam 11.00 WIB, seharusnya pemakaman harus sudah dilakukan jam 11.00 WIB tadi,” katanya.

Jika melebihi dua hari jenazah belum dimakamkan, menurut dia, akan sangat beresiko apabila ada penyakit menular pada jenazah korban.

Baca Juga :   Wujudkan OGP, Perangkat Desa Diberi Pembekalan

“Dikhawatirkan sangat rentan untuk menular,” tegasnya.
Pihaknya mengaku sudah melaporakan ke Polres Blora untuk melakukan pemakaman setelah jumatan apabila tidak ada yang mengambil jenasah.

“Sudah kita laporkan,” ucapnya.   

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo mengatakan, hingga saat ini belum ada satupun warga yang melapor ke Polres Blora terkait kehilangan anggota keluarga. 

“Belum ada yang melapor,” katanya 

Polisi terus melakun penyelidikan terhadap kematian korban sekalipun belum berhasil mengetahui identitasnya.

“Tim kami masih bekerja, untuk mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Sementara itu, Warga Desa Sendang Wates, Kasmuri (45), mengungkapkan, sejumlah remaja pengendara motor‎ sempat melihat ada kobaran api di sekitar lokasi kejadian. Hanya saja, mereka tak mencurigai lantaran dianggapnya sebagai sampah yang memang sengaja dibakar.

“Sekitar jam dua dini hari‎ mereka melihat ada kobaran api, tapi dikira hanya sampah yang dibakar. Lha kok pagi, ditemukan mayat dibakar,” terang Kasmuri. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *