Bojonegoro Tunda Pembangunan Kilang Minyak Mini

Direktur Operasional BBS

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pembangunan kilang minyak mini di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, oleh Badan Ussha Milik Daerah (BUMD) setempat, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), terancam batal. Harga minyak yang ditetapkan pemerintah adalah ICP Arjuna plus US$5,50 per bareI pada titik serah fasilitas di penampungan terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) Gagak Rimang. 

“Untuk sementara, semua proses pembangunan kilang mini kita pending,” kata Direktur Operasional PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Tonny Ade Irawan, Jumat (10/8/2018). 

Saat ini baik Pemkab maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro sedang berupaya mendapatkan harga khusus sebagai daerah penghasil. Yakni, ICP Arjuna dikurangi US$ 0,50 per barel.

“Kalau harga itu diberikan, kita akan lanjutkan pembangunan kilang mini,” ucapnya.

Harga ICP Arjuna plus US$5,50 per bareI dinilai sangat tidak ekonomis. Keuntungan yang diperoleh baru akan didapatkan setelah 10 hingga 15 tahun kemudian. 

“Siapa yang mau mengerjakan dengan harga tersebut? kita dapat keuntungannya baru 10 sampai 15 tahun kedepan,” pungkasnya.(rien)

Baca Juga :   Pekerja Migas Ikuti Pelatihan Loading Master di PPSDM Migas

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *