Bandara Ngloram Mulai Dipagar

Bandara ngloram dipagar

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai dilakukan pemagaran. Sejak tiga hari terakhir, material bangunan sudah mulai didatangkan. Para pekerja juga tampak sibuk melakukan aktivitas penggalian.

Kepala Desa Ngloram, Diro Beny Susanto, mengatakan, pekerjaan pemagaran sudah dimulai sejak Jum’at (10/8/2018).

“Dikerjakan oleh CV Karya Handayani Sentosa dari Jepara,” kata dia, Minggu (12/8/2018). 

Dalam pelaksanaan pekerjaannya, kontraktor telah melibatkan tenaga kerja lokal. Meski tidak begitu banyak.

“Dari 16 pekerja, 6 orang dari warga lokal. Kalau nanti diperintahkan untuk menambah, maka akan kami tambah,” kata Ensi (45) mandor pekerjaan.

Menurut Pria asal Jepara ini, sejak tiga hari lalu mulai ada aktivitas pekerjaan. Sedangkan untuk material bangunan didatangkan dari lokal. 

Saat ditanya terkait target penyelesaian pekerjaan, dirinya mengaku tidak tahu.

“Saya disini hanya bekerja,” ujarnya. 

Terpisah, Anggota Tim Koordinasi Percepatan Reaktivasi Lapangan Udara Ngloram, Djati Walujastono, mengatakan, pemagaran lahan existing Lapter Ngloram sudah dimulai sejak satu minggu terakhir. Sementara untuk persiapan pemagaran sudah dilakukan sejak satu bulan lalu.

Baca Juga :   Ketua MPR Nilai Bupati Suyoto Pemimpin Pancasilais

“Pemagaran tidak melebihi patok yang tersedia, karena selebihya masih milik warga,” ujarnya.

Selain pemagaran, tahun ini juga ada pekerjaan studi penyusunan rencana induk (Masterplan) Lapter Ngloram. Tahun 2019 baru ada kegiatan Detail Engineering Desain (DED) Amdal untuk perencanaan overlaynya runway existing sepanjang 900 meter.

Setelah pekerjaan itu selesai, akan dilakukan pemanjangan runway secara bertahap di tahun 2020 menjadi sekira 1400 meter yang bisa digunakan untuk pesawat ATR 72 atau pesawat Turbo Prop.

Sehinga Lapangan terbang (lapter) Ngloram yang awalnya hanya berfungsi sebagai terminal transportasi udara, diprediksi akan semakin berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru. Menjadi pusat perhatian perkembangan perkotaan.

Sebab, kebutuhan transportasi udara akan meningkatkan kebutuhan layanan di Lapter Ngloram. Tidak bisa dipungkiri jika nantinya akan ada penambahan fasilitas komersial dan kawasan kusus. Seperti kluster hotel, kawasan perdagangan bebas, pusat logistik, pusat pertokoan dan hiburan di dalam kawasan operasional.

“Fenomena ini akan menimbulkan peningkatan jumlah lalu lintas penumpang dan kargo, sehingga akan membentuk area disekitar Lapter Ngloram menjadi suatu kota baru,” tandasnya

Baca Juga :   PTUN Kabulkan Permohonan Enam Kades

Jadi, banyaknya kegiatan usaha atau jasa komersial di sekitar kawasan Lapter Ngloram menjadi dasar terbentuknya konsep kota bandara. Konsep ini berkembang secara organik dan dimulai dari Lapter Ngloram.

Lapter Ngloram tidak hanya sebatas sebagai pendukung kegiatan penerbangan. Lebih dari itu, ada berbagai jenis kegiatan bisnis lainnya.  Sehingga Lapter Ngloram dan wilayah sekitarnya merupakan kawasan komersil yang terintegrasi.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *