Pemdes Sukoharjo Minta Jatah 20 Naker

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta agar PT Meindo Elang Indah, kontraktor pelaksana pekerjaan fasilitas sumur dan jaringan pipa Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, melibatkan tenaga kerja (naker) unskill sebanyak 20 orang. 

“Karena desa kami termasuk ring 1 dan penghasil minyaknya, minta untuk diutamakan,” kata Kepala Desa Sukoharjo, Dwi Setiyono, kepada suarabanyuurip.com, Senin (13/8/2018). 

Saat ini lamaran yang masuk di kantor desa sudah mencapai puluhan, namun belum diambil oleh pihak PT Meindo Elang Indah. Padahal, lowongan kerja sudah ditutup sejak hari Sabtu (11/8/2018) lalu. 

“Saya tidak berani menolak semua lamaran yang masuk, karena belum ada informasi lanjutan dari PT Meindo,” tukasnya. 

Dari total kebutuhan tenaga kerja di Lapangan Kedung Keris sebanyak 29 orang, pihaknya kurang sepakat jika jumlah tersebut dibagi rata untuk 10 desa. Desa Sukoharjo hanya kebagian sedikit. 

“Warga sepakat, kalau tidak merekrut 20 orang terpaksa kegiatan di Kedung Keris akan dihentikan,” tandasnya. 

Baca Juga :   Anak Istri Buruh Migas Ikut Aksi

Sementara itu, dari sosialisasi yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh PT Meindo Elang Indah, menyebutkan, kebutuhan tenaga kerja adalah 29 orang. Dengan rincian tenaga welder sebanyak 8 orang, pipeline 4 orang, helper 10 orang dan field join coating 7 orang. 

Dikonfirmasi terpisah, humas PT Meindo Elang Indah, Anan Sutrisno, belum memberikan konfirmasinya. Saat dihubungi melalui sambungan telephone belum ada jawaban.

Untuk diketahui, pipa Kedung Keris menuju Lapangan Banyuurip akan dibentangkan sepanjang total 16 KM. Untuk 2 KM pertama menuju jalur pipa yang sudah ada, dan dilanjutkan 14 KM bergandengan dengan pipa yang sudah ada.

Besar pipa yang ditanam sebesar 8 inchi dan akan melewati 8 perlintasan sungai. Pipa akan ditanam sedalam dua meter.

Jaringan pipa ini akan melewati Desa Sukoharjo dan Leran Kecamatan Kalitidu, Desa Jelu, Wadang, Tengger dan Bareng Kecamatan Ngasem, serta Desa Gayam, Kecamatan Gayam.

Pipa ini untuk menyalurkan minyak mentah dari KDK ke fasilitas pemrosesan di Lapangan Banyuurip seblum dialirkan ke Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang di lepas pantai Palang, Kabupaten Tuban.(rien) 

Baca Juga :   Pekerja Migas Ikuti Pelatihan Operasi Pesawat Angkat di PPSDM Migas

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *