Pemulung Tuban Kibarkan Merah Putih di Atas Tumpukan Sampah

Pemulung Tuban Kibarkan Merah Putih di Tumpukan Sampah

SuaraBanyuurip.com -  Ali Imron

Tuban- Puluhan pemulung bersama pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Panggung Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kompak mengibarkan bendera merah putih di atas tumpukan sampah di Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-73. Mereka berharap Bangsa Indonesia terus maju, damai, dan sejahtera. 

“Kami sebagai warga Indonesia gembira usia kemerdekaan bangsa ini telah masuk ke-73,” ujar salah satu pemulung TPA Gunung Panggung, Marni, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (17/8/2018). 

Sebagai pemulung, dirinya bangga karena bisa memanfaatkan sampah yang masih bisa didaur ulang. Profesi yang dilakoninya beberapa tahun terakhir ini, telah mampu menghidupi keluarga dan pendidikan anaknya. 

“Semoga Indonesia terus maju dan menyejahterakan rakyatnya,” terangnya. 

Sementara, Kepala Bidang pengolahan sampah dan pengelolaan limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Tuban, Arwin Mustofa, menjelaskan tujuan diadakannya upacara pemulung di TPA, sebagai wujud bakti memperingari HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Sebagai warga Indonesia, pemulung juga punya hak menikmati kemerdekaan. 

“Di TPA juga banyak pahlawan sampah. Karena beliau menggali dan mengolah lagi manfaat sampah,” sambung Arwin. 

Baca Juga :   Turun Hujan, Petani Tembakau di Bojonegoro Was-was 

Pengibaran bendera kemerdekaan di TPA ini masuk tahun kedua. Kegiatan tahunan ini murni atas inisiatif pemulung, dan pihak pengelola TPA hanya memfasilitasi. 

DLH Tuban juga mengajak 60 pemulung untuk mengutamakan keselamatan selama bekerja di TPA. Sampai sekarang tak ada musibah apapun. 

“Utamakan keselamatan supaya tetap sehat, demi keluarga di rumah,” terangnya. 

Pihaknya ingin memanen kompos di TPA. Selain itu, instansinya sampai Oktober 2018 harus menyelesaikan Kebijakan dan Setrategi Daerah Pengelolaan Sampah (Jakstrada) menuju 2025. Artinya 100% tertangani tak ada lagi sampah di kali, maupun di jalanan. 

“Setelah upacara kami langsung potong tumpeng untuk merayakan HUT kemerdekaan,” pungkasnya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *