Dua Hilang, 16 ABK KM Barokah Palang Selamat

BPBD tuban musyawarah dengan nelayan

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban- Dua Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Barokah milik Nur Cholis asal Desa/Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hilang setelah kapal bermuatan 10 ton ikan tenggelam di sekitar perairan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Tenggelamnya KM dengan 18 orang ini, setelah pipa as belakang bocor kemudian membuat air laut masuk ke geladak kapal.

“Ada dua ABK yang belum ketemu,” ujar salah satu ABK yang selamat, Kaspandi, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (18/8/2018).

Pria berkulit hitam legam ini, bercerita, awal mula tenggelamnya KM waktu perjalanan pulang setelah melaut selama 11 hari. Saat berada di sekitar perairan Bawean, gelombang tinggi dan tiba-tiba pipa asnya bocor.

Melihat kondisi tersebut, semua ABK langsung berusaha menutup pipa dan menguras air yang sudah memenuhi sebagian geladak. Saat tahu bagian belakang tenggelam, semua ABK langsung mengeluarkan jerigen dan ban.

“Kami saat itu bertahan di laut hingga berjam-jam, dan akhirnya ada nelayan dan menolong,” jelasnya.

Baca Juga :   Ditabrak Truk Satu Rumah Hancur

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono, mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan tenggelamnya KM sekitar pukul 12.00 WIB Jumat (17/8). Sehingga belum melakukan pencarian karena cuaca juga tidak memungkinkan.

“Kita baru mendapatkan laporan sekitar pukul 12.00 WIB siang ini, kemudian kita koordinasikan dengan Basarnas lalu melakukan rapat bersama rukun nelayan,” sambungnya.

Mantan Camat Widang ini, menjelaskan, titik koordinat tenggelamnya KM berada di S. 0605231 E. 11210584. Jarak lokasi tenggelam dengan TPI Palang sekitar 40 mil, atau 53 Km dari kapal tanker FSO Gagak Rimang.

“Kerugian KM ini sekira Rp155 juta,” sergahnya.

Untuk identitas ABK yang hilang, bernama Warsholin (35), dan Mastur (59). Sedangkan identitas nelayan yang selamat, bernama Sampir Palang, Kaspandi Palang, Rahmad Cendoro-Palang, Eri Palang, Ngolin Palang, Tahid Palang, dan Salis Palang.

Lainnya, Noto Jombang, Solikin Gesikharjo- Palang, Tulin Gesikharjo-Palang, Takil Gesikharjo- Palang, Darwi Tambakboyo, Somad Ngimbang- Palang, Nur Gesikharjo-Palang, Yanto Palang, dan Anas Palang.

Baca Juga :   Hasil Tes CPNS K2 Diumumkan Besuk

Sebatas diketahui, sebelum melakukan pencarian BPBD melakukan musyawarah dengan rukun nelayan Palang. Guna membahas teknis pencarian bersama difasilitasi Kades Palang. Pertimbangannya Sikon ketinggian air laut yang sedikit surut dan menjadi pertimbangan utama.

BPBD juga berkolaborasi bersama Basarnas. Senyampang Basarnas melakukan pencarian di tengah laut, pihaknya berkoordinasi dengan Syahbandar untuk sandarnya kapal Basarnas di Tuban.

“Dengan dibantu kepala pelabuhan SI, KM SAR WIDURA dipersilahkan sandar di Pelabuhan Holcim sewaktu-waktu menemukan korban,” pungkasnya.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *