SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban- Dalam waktu setahun sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Panggung, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mampu menghasilkan 80 ton gas Metana (CH4).
Gas tersebut diberikan gratis kepada masyarakat sekitar TPA, sebagai upaya pemberdayaan lingkungan.
“Setahun kita bisa hasilkan 80 ton CH4,” ujar Kabid pengolahan sampah dan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban, Arwin Mustofa, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (18/8/2018).
Arwin sapaan akrabnya, menjelaskan, untuk memproduksi gas sebesar itu, setiap hari ada 40 ton sampah organik dan anorganik yang masuk di TPA. Sampah tersebut berasal dari beberapa perumahan, dan pasar di sekitar Kecamatan Kota.
Di TPA seluas 4,2 hektare, ada satu sel terbesar yang dikhususkan menghasilkan gas CH4. Sedangkan lainnya, difungsikan untuk pengomposan dan pemilahan sampah anorganik.
“Gas Metana ini kita alirkan ke rumah warga dan mencakup 80 Kepala Keluarga (KK),” jelasnya.
Fasilitas pipa paralon DLH yang memasangkan. Sementara penikmat gas ditugaskan untuk merawat jika ada yang bocor, maupun pipa terlepas. Sinergi ini dalam rangka mewujudkan Tuban bebas sampah di 2025.
Segendang seirama disampaikan Kepala DLH Tuban, Bambang Irawan. Pengolahan sampah menjadi komitmen instansinya, dan sementara menghasilkan gas CH4. Untuk pengubahan menjadi energi yang lain, pihaknya belum memikirkannya.
“Kalau di Bojonegoro memang sudah diubah jadi listrik, tapi di Tuban sementara menjadi Gas Metana,” sambung pria yang sebelumnya menjadi Sekretaris DLH Tuban.
Salah satu warga sekitar TPA Gunung Panggung, Kanang, mengaku sudah tidak lagi menggunakan gas CH4 untuk memasak. Dikarenakan saat digunakan bersamaan, nyala gas tidak optimal sehingga lebih baik menggunakan gas LPG subsidi.
“Selain itu juga banyak pipa gas yang putus akibat diterjang kambing,” pungkasnya. (Aim)