SuaraBanyuurip.com -Â Â Ali Imron
Tuban-Â Keluhan nelayan Desa Socorejo, Kecamatan Jenu,Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terkait polusi debu batubara pada Sabtu (18/8/2018) kemarin, langsung direspon cepat tim Pelabuhan Khusus (Pelsus) PT Semen Indonesia (Persero). Kepulan debu pada hari itu juga sudah berkurang, setelah dilakukan penyemprotan intens selama pembongkaran batubara.Â
“Penyemprotan ini sudah kami lakukan mulai sore hingga malam hari,” ujar Senior Officer CSR PT SI, Setiawan Poerwanto,kepada suarabanyuurip.com, Minggu (19/8/2018).
Setiawan sapaan akrabnya, menjelaskan keluhan warga yang dijembatani Kepala Desa Socorejo, Arief Rahman Hakim langsung dikoordinasikan dengan tim di lapangan. Seketika itu pula, debu batubara berkurang dan aktifitas warga maupun di Pelsus kembali normal.
Pihaknya mengapresiasi kepada Pemdes ring 1, karena cepat memberitahu tim Bina Lingkungan (Binling) SI.
“Dengan komunikasi yang baik diyakini apapun persoalannya dapat teratasi,” terangnya.
Kades Socorejo, Arief Rahman Hakim, membenarkan setelah Pemdes memberitahu sekaligus memperingatkan, tim Pelsus langsung bergerak. Respon cepat inilah yang diharapkan pemdes, supaya masyarakat tenang dan aktifitas distribusi dan produksi semen BUMN lancar.Â
“Tim Pelsus langsung bergerak kemarin sore setelah saya kirim foto dari warga,” sambungnya mantan aktifis PMII Jogja ini.Â
Kang Arief biasa disapa, menjelaskan debu batubara yang kerap dikeluhkan warganya sudah berlangsung hampir 1,5 tahun. Sekalipun warga rutin menerima program Corporate Social Responsibility (CSR), tapi diharapkan kegiatan penyemprotan jangan sampai terlambat. Guna mengantisipasi hal yang tidak menguntungkan semua pihak.Â
Nelayan yang melapor pertama adanya polusi debu batubara bernama, Jaswadi. Saat dia berkatifitas di pesisir Socorejo, nampak debu batubara bertebaran. Dikhawatirkan saat angin berhembus ke arah Selatan, debu tersebut mengenai rumah warga sekitar. (aim) Â