Bojonegoro Kekurangan 248 Guru Mapel Tingkat SMA

Bojonegoro kekurangan guru

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kekurang guru mata pelajaran (Mapel) tingkat SMA sederajat sebanyak 248 orang. Kekurangan ini disebabkan guru mapel berstatus pegawai negeri sipil (PNS) banyak yang pensiun, sementara hingga saat ini belum ada penerimaan CPNS.

“Kondisi ini jelas berpengaruh terhadap proses belajar mengajar dan kualitas pendidikan secara umum,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Bojonegoro, Sumiarso. 

Sekarang ini guru mapel berstatus (PNS) masih jauh dari angka ideal, sehingga lembaga pendidikan di daerah masih mengandalkan tenaga guru tidak tetap (GTT).

“Sedangkan untuk pengisiannya, masih menunggu instruksi dan petunjuk teknis dari pusat,” imbuhnya.

Data dari cabang dinas pendidikan menyebutkan, kekurangan guru BP/BK sebanyak 34, guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 26 orang, serta guru Prakarya dan Kewirausahaan 25 orang, selebihnya kekuranganya cukup bervariasi.

Untuk SMA yang kekurangan guru ada 34 Mata Pelajaran (Mapel) yakni Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sejarah Indonesia, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Geografi, Sosiologi Ekonomi, Seni budaya, PJOK, Prakarya dan Kewirausahaan, Mulok, BP/BK, BK TIK, Matematika (Peminatan), Sejarah (Peminatan), Bahasa dan Sastra Inggris,Bahasa Jepang, Bahasa Jerman, Bahasa Arab dan Bahasa Mandarin.

Baca Juga :   Perpusdes Lentera Masuk Enam Besar se Jatim

“Total 312 GTT jenjang SMA yang ada saat ini, membantu mengajar agar Kegiatan Belajar Mengajar tetap terus bisa berjalan,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *