Wisata Edukasi Penangkaran Rusa Jawa Perlu Dimaksimalkan

Wisata Edukasi Penangkaran Rusa Jawa Perlu Dimaksimalkan

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Pengembangan wisata  Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi perhatian serius calon legislatif (Caleg) DPR-RI Partai Nasdem, Wahyu Setiawan. Salah satunya wisata edukasi penangkaran Rusa Jawa di BPKPH Malo, KPH Parengan di Desa/Kecamatan Malo. 

Di penangkaran ini terdapat 42 Rusa Jawa 42 dari spesies cervus timorensis. Penangkaran yang bekerjasama dengan Pertamina EP Aset 4 Field Cepu itu selama ini sudah banyak dikunjungi wisatawan utamanya anak-anak TK/SD, karena memiliki edukasi konservasi binatang rusa. Pengunjung diberikan informasi tentang satwa yg dilindungi serta behaviour tingkah laku satwa dan berkembang biak nya 

“Oleh karena itu perlu ada petugas yang bisa memberikan wawasan tentang informasi jenis satwa rusa yang dilindungi kepada pengunjung,” saran caleg dari daerah pemilihan (Dapil) IX yang meliputi Bojonegoro dan Tuban itu kepada suarabanyuurip.com, Minggu (26/8/2018).

Sebagai salah satu wisata edukasi di Bojonegoro, Wahyu, sapaan akrabnya, menjelaskan konsep yang perlu diperhatikan dan dilakukan adalah mengupayakan agar pengembangbiakan satwa sedapat mungkin sesuai dengan tempat habitat dan mempertahankan kemurnian jenis spesies satwa tersebut.

Baca Juga :   KKNTK-21 Unigoro Beri Pelatihan dan Simulasi Wisata Aman Bencana di Klino

Selain itu perlu adanya penambahan informasi papan petunjuk lokasi, ataupun brosur tentang satwa Rusa Jawa, sehingga wisatawan tidak hanya bisa melihat keberadaan satwa tersebut tetapi bisa juga digunakan untuk obyek penelitian dan pendidikan konservasi satwa langka Indonesia.

“Dengan begitu akan menarik minat wisatawan untuk datang sehingga dapat memberikan multiplier efect bagi warga sekitar,” ujar pria yang selama ini getol mempromosikan wisata Bojonegoro.

Petugas BKPH Malo yang setiap hari berada di lokasi penangkaran, Masrap menambahkan, jenis satwa Rusa Jawa ini,  makanan yang diberikan berupa daun daunan yang diambil dari sekitar lokasi.

“Kami sangat setuju jika penangkaran ini dikembangkan lebih maksimal lagi,” pungkasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *