DPRD Gelar Rapat Koordinasi Keterlibatan Naker Lokal di J-TB

Rakor komisi A dengan PEPC dan Rekind

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar rapat koordinasi dengan operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina EP Cepu (PEPC) dan kontraktor pelaksana proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) Gas Processing Facility (GPF), PT Rekayasa Industri (Rekind) membahas keterlibatan tenaga kerja (Naker) lokal.

Rapat yang dihadiri oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Camat Ngasem, Tambakrejo, Purwosari, Kalitidu, Gayam, Kades Bandungrejo, Kades Pelem, Kades Gayam, dan kontraktor lokal ini digelar di ruang rapat paripurna DPRD, Selasa (28/8/2018).

Ketua Komisi A, Anam Warsito, mengatakan, rapat ini untuk mengedepankan musyawarah dalam perjalanan proyek di J-TB. Sehingga apapun persoalan yang ada di masyarakat, salah satunya perekrutan Naker lokal bisa diselesaikan dengan baik.

“Sekecil apapun aspirasi masyarakat, tetap harus kita tampung sehingga baik PEPC, PT Rekind dan SKK Migas memiliki komitmen untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Anam Warsito.

Sementara itu, Camat Ngasem, Machmuddin, menyampaikan, untuk keterlibatan Naker lokal telah disosialisasikan oleh PEPC dan PT Rekind beberapa waktu lalu di tingkat desa.

Baca Juga :   Skema KPBU Wacana Baru Pengembangan Jargas di Bojonegoro

“Kami berharap, PT Rekind tetap memberikan perhatian dan kontrol meski sub kontraktornya bukan dari Kecamatan Ngasem,” sarannya.

Sedangkan Camat Tambakrejo, Sukemi, menegaskan, apabila semua pihak berjalan melalui koridor yang benar dan taat aturan, maka tidak akan ada masalah terlebih konflik sosial.

“Kami hanya meminta, supaya PT Rekind tidak terlalu ketat dan keras dalam memberikan persyaratan naker untuk yang skill,” tandasnya.

Camat Purwosari, Bayudono Marga Jelita, juga menyatakan, jika ada beberapa desa yang belum tercover dalam keterlibatan Naker diantaranya Desa Gapluk, Kuniran, dan Donan.

“Harapannya, agar desa tersebut bisa dilibatkan juga dalam perekrutan Naker,” lanjutnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Agus Supriyanto, mengatakan, untuk perekrutan tenaga kerja unskill di J-TB selama ini sudah berlangsung yang dilakukan oleh PT Rekind beserta sub kontraktor dan main kontraktor.

“Sementara yang skill, dilakukan melalui kami karena memang membutuhkan beberapa persyaratan khusus,” tukasnya.

Dari data yang ada menyebutkan, kebutuhan tenaga kerja di industri migas baik Lapangan J-TB maupun Lapangan Kedung Keris adalah sejumlah 78 lowongan dengan jumlah pelamar kerja sebanyak 580 orang.

Baca Juga :   Pastikan Pasokan BBM Aman Selama Ramadan, Wamen BUMN Cek SPBU di Jatim

“Dari jumlah itu, yang diterima 66 orang sisanya tidak terisi karena tidak memenuhi kualifikasi yang diminta,” ujarnya.

Pria humanis ini menambahkan, untuk informasi pekerjaan yang diinginkan baik di Lapangan J-TB maupun Kedung Keris, Blok Cepu, bisa membuka di website “Matohkarir.com” milik Pemkab Bojonegoro.

“Jadi, kepala desa juga bisa mengaksesnya,” pungkasnya.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *