SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban-Â Di tahun 2018, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Tuban, Jawa Timur menerapkan konsep eko-drainase di Jalan Pramuka Tuban. Pilot project sebanyak 31 sumur resapan ini, difokuskan pada titik genangan air saat musim hujan tiba.
“Progres sudah 50%, pekan ini tutup main botol pabrikasi sudah datang,†ujar Kepala Dinas PRKP Tuban, Darmaji, kepadasuarabanyuurip.com, Rabu (29/8/2018).
Mantan Kabag Kesra Pemkab Tuban ini, menjelaskan pihaknya dihadapkan pada pilihan yang sulit. Drainase yang dimiliki Pemkab Tuban, sudah tidak cukup lagi menampung air dari permukaan. Diterapkannya ekodrainase atau drainase ramah lingkungan ini, diharapkan tidak ada lagi jalan tergenang saat musim hujan.
“Salah satu upaya kita membuat sumur resapan, yang merupakan hasil studi banding di Malang waktu lalu,†terang mantan Camat Plumpang atau sekitar jalur pipa distribusi minyak Blok Cepu.
Sementara, Kabid Air Minum dan Sanitasi Dinas PRKP Tuban, Juli Wibowo, ST, MT, menambahkan sementara konsep sumur resapan diterapkan di drainase sepanjang Jalan Pramuka Tuban. Dititik inilah nantinya akan dibuat 31 sumur, dengan kedalaman masing-masing 1,5 meter.
“Kita berpikir setiap kali hujan, airnya tidak langsung dibuang ke sungai,†sambungnya.
Pria asal Kudus, Jawa Tengah ini, menjelaskan drainase ramah lingkungan didefinisikan sebagai upaya mengelola air kelebihan dengan cara sebesar-besarnya diresapkan ke dalam tanah secara alamiah atau mengalirkan ke sungai dengan tanpa melampaui kapasitas sungai sebelumnya.
Dalam drainase ramah lingkungan, justru air kelebihan pada musim hujan harus dikelola sedemikian sehingga tidak mengalir secepatnya ke sungai. Kendati demikian, diusahakan meresap ke dalam tanah, guna meningkatkan kandungan air tanah untuk cadangan pada musim kemarau. (aim)