Belum Ada CCTV di Jalur Proyek Migas Bojonegoro

Kasatlantas AKP Aristianto

SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro – Proyek migas menjadi salah satu pemicu meningkatnya arus lalu lintas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Banyak kendaraan proyek pengangkut material maupun karyawan perusahaan lalu lalang.

Sekalipun demikian, hingga saat ini belum ada Closed Circuit Television (CCTV) di sepanjang jalur menuju lokasi proyek migas. Kondisi inilah yang menyebabkan Satlantas Polres Bojonegoro kesulitan memantau arus lalu lintas, kejahatan maupun penyeledikaan kasus kecelakaan di wilayah industri migas.

Saat ini ada 26 titik traffic light terdapat CCTV milik Dinas Perhubungan untuk mengawasi arus lalu lintas di jalan raya. 

“Sementara ini kita hanya bisa meminta akses CCTV dari Dishub,” kata Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Aristianto, kepada Suarabanyuurip.com di salah satu rumah makan, Rabu (29/8/2018).

Dicontohkan, trafficlight di jalur Bojonegoro – Padangan tepatnya di perempatan Clangap Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, sampai saat inu tidak ada CCTV. Keberadaan CCTV ini sangat penting karena dapat memantau kondisi arus lalu lintas dan pergerakan tindak kriminalitas yang dimungkinkan terjadi. 

Baca Juga :   Dua Truk Trailer Migas Kolibri Terjebak di Jembatan Poros Purwosari-Ngambon

“Kita akui, jika sarana dan prasarana berupa CCTV ini masih kurang. Harapannya, Pemkab Bojonegoro maupun operator migas bisa meningkatkan hal itu,” imbuhnya. 

Menurutnya, pengawasan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama, baik Pemkab Bojonegoro, perusahaan, masyarakat maupun kepolisian.

“Semoga kedepan ada penambahan CCTV lagi guna meningkatkan pengawasan di jalan raya,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *