Bupati Blora Larang Gerakan Ganti Presiden

Apel tiga pilar blora

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Bupati Blora, Jawa Tengah, Djoko Nugroho, larang adanya gerakan #2019GantiPresiden (Red,Gerakan Ganti Presiden) di wilayah Blora. Sebab, gerakan tersebut dianggap contoh kurang baik bagi suatu wilayah. 

Itu disampaikan saat dilaksanakannya apel tiga pilar di Gelanggang Olah Raga (GOR) Mustika Blora Rabu, (29/8/2018).

“Kita melarang, semuanya, tidak hanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab), kita yang berdiri disini semuanya melarang. Jajaran forkopimda, komponen masyarakat, semuanya saya kira  tidak sepakat dengan cara – cara seperti itulah,” kata Kokok sapaan akrabnya.

Pihaknya berharap, semua partai politik yang ada di Blora supaya lebih mengedepankan isu-isu menarik dan adu gagasan yang baik daripada melakukan gerakan yang membuat resah masyarakat. 

“Itu tidak baik, jangan sampai ada di Blora. Tadi sudah saya sampaikan ke semua parpol yang hadir, hindarilah isu-isu sara nanti kita yang malah repot sendiri,” ujarnya.

Kapolres Blora, AKBP Saptono berharap, semua kegiatan yang ada haruslah yang positif bukan yang membuat resah ataupun pro kontra di masyarakat. Dirinya berpesan agar masyarakat tidak membuat kegiatan – kegiatan yang sifatnya meresahkan.

Baca Juga :   Ganjar Jadwalkan Kunker Dua Hari di Blora

“Kita disni adalah bertugas, seluruh jajaran baik TNI dan Polri, adalah untuk mengamankan apabila ada sebagian warga masyarakat resah. Kita berharap sekali kegiatan – kegiatan itu tidak ada,” tandasnya.

Adapun apel tiga pilar digelar untuk meningkatkan sinergitas dan menyongsong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai 2019 di kabupaten Blora. Apel sinergitas dihadiri ratusan anggota TNI, Polri, Forkopimda hingga forkopimcam se kabupaten Blora.

Seluruh ketua partai politik (parpol) di kabupaten Blora hingga bawaslukab dan KPU Blora juga hadir dalam apel bersama ini. 

Menurut bupati, apel sinergitas sebagai tekad bersama untuk menciptakan kabupaten Blora aman dan nyaman. Ia meminta agar semua parpol untuk menghindari isu sara dalam pemilu mendatang.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *