SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad Sampurno
Blora – Proyek Jarigas gas (Jargas) rumah tangga program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, belum memenuhi target. Sejak dilaunchhing pada 29 Juli 2016 silam sampai sekarang belum ada perkembangan signifikan.
Dari target 790 sambungan rumah (SR), baru terealisasi 599 SR. Proyek jargas ini dikendalikan oleh Perusahan Gas Negara (PGN).
Sales Area Head Semarang PGN, Heri Frastiono, menyatakan, pengoperasian jargas masih seperti pada awal tahun 2018 lalu.
“Kita mengoperasikan masih tetap mas,” ujarnya, Rabu (29/8/2018).Â
Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Direktorat Jendral (Ditjen) Migas terkait pengembangan Jargas.
“Kita menunggu hasilnya,” kata dia.Â
Launching pengaliran gas yang dimulai sejak semester akhir dua tahun lalu, disaksikan pejabat Pertamins EP Asset 4, Pemda Blora serta PGN. Sesuai program Kementerian ESDM tahun 2013, proyek ini mengoptimalkan dua sektor di Desa Sumber, dan secara bertahap merampungkan gas in sebanyak 4000 SR dari 11 sektor.
Sejumlah kendala untuk pengaliran gas diantaranya kesiapan rumah tangga, faktor geografis, serta kondisi masyarakat.Â
Sekalipun demikian, warga yang hendak berlangganan gas masih tetap dilayani. Â Selama ini warga hanya dibebani abonemen (pemakaian minimal) sebanyak 4 meter kubik (M3). Namun dalam perjalanannya, warga bisa menghabiskan rata-rata 10 m3, bahkan ada yang mencapai 30 m3.(ams)