Status Pembinaan Dicabut, Ijazah Unirow Sah

Salinan surat KemenRistekdikti

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KemenRistekdikti) telah mencabut sanksi administratif berupa status pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Jawa Timur, sejak 25 Desember 2015. Dengan dicabutnya status pembinaan, maka ijazah yang dikeluarkan oleh kampus yang beroperasi di Jalan Manunggal 61 Tuban legal atau sah.

“Alhamdulillah KemenRistekdikti telah memberikan keputusan bagi Unirow,” ujar Rektor Unirow Tuban, Supiana Dian Nurtjahyani, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (29/8/2018).

Dian sapaan akrabnya, menjelaskan, jawaban tersebut setelah pihak kampus mengirimkan surat pada 13 Agustus 2017, dengan nomor 2118/071071/PGRI/KL/VIII/2018. Perihal permohonan klarifikasi ijazah PT tidak bisa daftar Calon Pegawan Negeri Sipil (CPNS).

Surat balasannya ditandatangani oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Patdono Suwignjo bernomor 3419/C.C5/KL/2018, dan tertanggal 23 Agustus 2018.

“Pencabutan status pembinaan berdasarakan evaluasi penyelenggaraan Unirow Tuban,” terang dosen Biologi ini.

Dengan keputusan ini, masyarakat tidak ragu lagi untuk kuliah di Unirow. Manajemen sekarang komitmen untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi yang baik, dan taat azas.

Baca Juga :   Jelajah Sejarah Tiga Situs Blora Selatan

Selama ini, Unirow juga bermitra dengan beberapa perusahaan skala Nasional meliputi, operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), PT Semen Indonesia (persero), dan Kilang Minyak PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI). Ditambah Pemkab Tuban, dan beberapa perusahaan lokal di Tuban dan sekitarnya.

Dengan jaringan kerjasama tersebut, artinya Unirow masih dipercaya. Selain itu, terbuka luas pula kesempatan bagi lulusan untuk bekerja di perusahaan atau instansi lainnya.

“Di Unirow juga kita fasilitasi minat bakat mahasiswa, dan banyak yang sukses salah satunya menjadi jurnalis,” pungkas Dian.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *